Kamis, Oktober 28, 2010

BEJANA TANAH LIAT

1 SAMUEL 16:7b, “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

GULTOM adalah seorang penasehat raja dan terkenal akan kearifannya sehingga menjadi kesayangan raja. Namun ia memiliki sebuah kelemahan yaitu buruk rupa dan badannya agak bungkuk. Kelemahan tubuhnya itu menjadi pusat perhatian bagi orang-orang di sekelilingnya dan tak jarang menjadi bahan olok-olokkan bagi orang-orang  yang tidak mengenal jati diri GULTOM yang sesungguhnya. 

Sang putri sudah lama mendengar kearifan GULTOM dan merasa iri dengan keahliannya, karena ia merasa tersisihkan posisinya sebagai anak kesayangan raja. Sejak ada GULTOM, raja lebih suka menghabiskan waktunya untuk bercakap-cakap dengan GULTOM daripada dengan dirinya. 

Karena itu suatu hari sang putri hendak menguji kearifan GULTOM dengan mengajukan sebuah pertanyaan, “Jika engkau memang bijaksana, beritahukan kepada aku mengapa ALLAH memilih menyimpan begitu banyak kebijaksanaan di dalam bejana sederhana." Bukannya menjawab pertanyaan sang putri, GULTOM kembali mengajukan pertanyaan, "Apakah ayahmu mempunyai anggur?"

Sang putri menjawab dengan nada sombong, "Saya kira setiap orang di dunia ini tahu bahwa ayah  memiliki banyak anggur yang terbaik di dunia. Huh….betapa bodohnya pertanyaan itu!" "Bisakah tuan putri menunjukkan kepada saya dimana sang raja menyimpan anggur-anggur itu,” ujar GULTOM. "Huh…masakan engkau tidak tahu? Tentu saja di bejana tanah liat “ ujar sang putri dengan nada tinggi. "Tanah liat? ha…ha….." GULTOM tertawa terbahak-bahak membuat wajah sang putri merah menahan emosinya. 

“Maaf tuan putri, saya terkejut bahwa seorang raja seperti ayahmu, seharusnya menyimpan anggur-anggur itu di dalam bejana perak atau emas dan bukan di tanah liat sama seperti yang dipakai oleh para petani itu.” 

Selesai mengatakan demikian, GULTOM segera meminta izin untuk mengundurkan diri dari hadapan sang putri. Mendengar perkataan GULTOM, sang putri segera ke tempat penyimpanan anggur dan memerintahkan kepada para pelayan untuk segera memindahkan anggur-anggur itu ke bejana-bejana perak atau emas. 

2 minggu kemudian diadakan pesta besar-besaran untuk merayakan ulang tahun sang RAJA dan dapur istana mengeluarkan anggur-anggur terbaik dari tempat penyimpanannya. Para tamu sudah tidak sabar ingin segera menghirup anggur itu, namun apa yang terjadi? Baru saja satu teguk, wajah para undangan menjadi berkerut dan memuntahkan kembali apa yang sudah diminumnya. Ternyata anggur itu sudah menjadi masam dan sudah tidak keruan rasanya.   

Melihat hal ini, sang raja segera memanggil pelayan dapur istana, dan menanyakan apa yang terjadi. Ketika sudah mendengar bahwa putrinya sendirilah yang melakukan hal ini, betapa marahnya sang raja dan menegur sang putri dengan keras.

Beberapa hari setelah pesta, sang putri mendatangi GULTOM dengan marah dan berusaha menumpahkan semua uneq-uneqnya seraya berkata,"Mengapa engkau menipu aku?”

"Saya sungguh menyesal dengan apa yang kau alami saat ini, tuan  putri. Namun tidakkah tuan putri mendapatkan sebuah pengertian baru bahwa ALLAH lebih suka meletakkan kebijaksanaan-NYA di dalam tempat-tempat yang sederhana dan kelihatannya tidak berarti. Karena kebijaksanaan yang dikeluarkan tepat pada waktunya akan seperti anggur yang telah matang, mengeluarkan aroma yang khas dan membangkitkan selera untuk meminumnya.”  


MORAL: TUHAN tidak mencari orang yang hebat dan kuat untuk dipakai-NYA tetapi TUHAN mencari orang yang sederhana dan bodoh dalam pandangan dunia. Dan orang itu adalah dirimu.



with a warm love from GOD!(lyn-28102010)
visit: http://myjourney-hliesye.blogspot.com

Tidak ada komentar: