Sabtu, Juni 13, 2009

PENUNDAAN



Written by : liesye herlyna



Di tengah jaman yang serba modern, serba canggih, serba cepat dan serba instan, sebuah kata yang bernama "penundaan" atau "delay" akan dijauhi banyak orang. Semua orang sibuk mengejar segala sesuatu, sibuk bergerak ke segala arah demi untuk memenuhi segala ambisinya. Coba kita lihat di televisi, koran/majalah, iklan, mall-mall, barang yang dipajang dan laku keras adalah barang-barang instan, mie instan, kopi instan, bubur instan, etc dan produk electronic yang serba canggih mampu mengakomodir segala kebutuhan manusia dengan hanya 1 sentuhan saja.

Hal ini membuat orang-orang menjadi tidak peka lagi akan dirinya sendiri dan lingkungan. Keadaan mengkondisikan mereka menjadi orang-orang yang egois, tidak sabaran, cepat marah, tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Nilai-nilai kehidupan seperti kelemah lembutan, kesabaran, tepa selira, saling mengalah, saling mengasihi, sudah mulai menghilang dalam kehidupan masyarakat saat ini. Dan tanpa sadar hal ini juga melanda anak-anak TUHAN di akhir jaman ini.  


Kita menjadi anak-anak TUHAN yang bermental instan, yang menginginkan perubahan dalam tempo yang sangat singkat, entah itu kenaikan gaji, kenaikan jabatan, mendapatkan jodoh, pemulihan keluarga, kesembuhan, perubahan karakter, atau bahkan posisi penting di gereja. Kita sudah lupa belajar untuk bersabar menunggu waktunya TUHAN (KAIROS). Bagi kita, TUHAN itu adalah seperti orang tua lanjut usia yang tidak mengerti akan kemajuan zaman dan trend masa kini. Benarkah TUHAN seperti itu ?


TUHAN adalah TUHAN yang sama, dahulu, sekarang dan yang akan datang. DIA adalah ALVA dan OMEGA, yang AWAL dan yang AKHIR, di dalam DIA adalah kekekalan. Di dalam TUHAN tidak ada rentang waktu, TUHAN cukup berfirman maka segala sesuatu terjadi "JADI, MAKA TERJADILAH". Namun, pada manusia ada rentang waktu, ada proses untuk terjadinya mujizat ALLAH itu. Mujizat hanya dapat terjadi bila iman manusia menyentuh hatiNYA ALLAH. Di sinilah butuh kesabaran dan ketahanan yang kuat dalam menantikan janji ALLAH.

Saat kita menunggu (masuk masa penundaan), sebenarnya TUHAN sedang memurnikan kita dengan membuang semua motivasi-motivasi terselubung kita, menumbuhkan kedewasaan kita baik dalam karakter maupun dalam gaya hidup. Bila dulu mungkin kita menjadi orang yang grasak-grusuk dan tidak sabaran, saat memasuki masa ini, kita akan diubahkan menjadi orang yang teliti, sabar, tertib dan tahu etika. Bila dulu kita orangnya grogian dan tidak bisa berbicara dimuka orang banyak, TUHAN akan membawa kita untuk berbicara dalam ruang lingkup yang kecil dulu 2-3 orang, naik level lagi 5-10 orang, naik level lagi 10-25 orang. dst. Hingga akhirnya kita dimampukan untuk berbicara dihadapan beribu-ribu orang. 

Setiap dari kita akan dibawa masuk dalam masa penundaan ini, cepat atau lambat keluar dari tempat ini tergantung pada sikap hati kita menyikapinya. Bila kita keras kepala, masa penundaan ini akan lama. Namun apabila kita melembutkan hati kita dan menerima setiap didikan TUHAN, dengan cepat kita akan keluar dari tempat ini. Dalam masa-masa inilah TUHAN memperlengkapi kita menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kualitas sebagai anak-anak ALLAH yang MAHA TINGGI dengan membentuk karakter, tingkah laku, pola pikir, cara berkomunikasi, etc. 


Pada saat TUHAN berkata, "Kamu siap untuk mengemban tanggung jawab ini" itu berarti anda sudah punya kapasitas untuk menanganinya dan tidak ada alasan bagi kita untuk lari dari tanggung jawab, bersikap sombong/arogan karena pengangkatan itu berasal dari TUHAN dan bukan oleh manusia. 


Bagi TUHAN mudah saja mengubahkan seseorang dengan menjentikkan kedua belah tanganNYA, tapi TUHAN tidak mau melakukan hal itu. DIA mau setiap anakNYA melalui proses demi proses dengan maksud supaya setiap anakNYA ini memperoleh pengalaman yang berharga dari proses ini dan setelah mereka melewatinya, mereka dapat menjadi mentor bagi orang lain untuk juga bisa melewatinya. Saat diutus ke dunia, YESUS tahu tugas apa yang harus DIA lakukan. Namun tidak serta merta DIA langsung menginjili orang - orang untuk bertobat. DIA menunggu selama 30 tahun untuk memulai pelayanannya di dunia ini. YESUS tidak tergesa-gesa untuk memproklamirkan diri sebagai sang PENYELAMAT, YESUS menunggu perkenanan BAPA. 


Dalam masa penundaan,YESUS tidak berleha-leha, bersenang-senang atau memuaskan diri sendiri namun DIA BENAR-BENAR mempersiapkan diri untuk tugas pelayananNYA. Walaupun hanya melayani selama 3,5 tahun, YESUS memberikan perubahan besar dalam tatanan kehidupan manusia. Masa penundaan bukanlah masa yang menyakitkan tapi adalah masa dimana kita dipersiapkan untuk tugas pelayanan yang telah TUHAN persiapkan atas diri kita masing-masing. Waktu lah yang akan berbicara mengenai siapa kita sekarang, kita akan menjadi orang yang benar-benar baru, jejak-jejak manusia lama kita (karakter lama kita) sudah habis tergantikan oleh karakter yang baru di dalam KRISTUS. YESUS telah menjadi mentor bagi kita untuk kita pun menjalani masa penundaan ini dengan ucapan syukur dan kerendahan hati.


Dunia akan melihat bahwa anda adalah orang-orang yang diurapi oleh TUHAN, anda adalah orang-orang yang punya kualitas sebagai anak ALLAH, dunia akan melihat seperti apa anda sekarang dan tidak lagi mempersoalkan siapa anda di masa lalu. Karena ALLAH telah mengubahkan anda menjadi ciptaan yang baru. Masa lalu anda telah terkubur habis saat anda sudah melewati masa penundaan ini.

MAZMUR 127:4-5, "Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. IA tidak akan mendapat malu apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang." 


1. ANAK-ANAK PANAH DI TANGAN PAHLAWAN  
Kehidupan anda dan saya ada di tangan TUHAN. Kita tidak dapat memilih sasaran mana yang akan kita tuju, semua tergantung kepada sang pemiliknya yaitu ALLAH sendiri.  


2. ANAK-ANAK DI MASA MUDA 
Saat memasuki tanah KANAAN, KALEB berusia 85 tahun namun dia masih memiliki semangat layaknya anak muda. Dengan semangat yang menggebu-gebu dia merebut pegunungan HEBRON menjadi milik pusakanya. KALEB tidak menganggap dirinya sudah tua dan layak dikasihani, namun dia tetap berjuang sampai akhir hayatnya. Dari kisah KALEB ini, kita belajar bahwa kelemahan atau kekurangan fisik jangan dijadikan alasan untuk tidak melayani TUHAN. TUHAN tidak melihat kekurangan/kelemahan/keterbatasan atau mungkin kelebihan anda. Yang TUHAN lihat adalah kesungguhan hati anda untuk melayani DIA dan penyerahan total hidup anda kepadaNYA. Dalam melayani TUHAN milikilah sikap seperti anak-anak (bukan karakter loh......) yang mau ditegur, bersikap manis, cepat mengampuni, suka membangun hubungan dengan orang lain, bersikap tulus, berteman dengan siapapun, tidak menyimpan kesalahan, etc. 


3. MEMBUAT PENUH TABUNG PANAH 
Bayangkan anda akan pergi berburu, apakah yang anda siapkan ? tentunya persiapan seperlengkapan senjata, ransum dan obat-obatan. Tanpa persenjataan lengkap anda tidak mungkin akan mendapatkan hasil buruan atau bahkan mungkin yang lebih parah akan akan menjadi buruan binatang-binatang buas. Tabung panah menggambarkan diri kita sedangkan isi tabung panah menggambarkan kapasitas kita sebagai manusia. Kemampuan kita memutuskan suatu perkara, kecepatan dan ketepatan dalam berpikir dan bertindak, kedewasaan dalam bertingkah laku, menunjukkan seberapa banyak anak-anak panah yang telah kita persiapkan dan itu hanya dapat dicapai bila kita telah memasuki masa penundaan. Orang yang membuat penuh tabung panah adalah orang yang berhikmat karena dia tahu kapan harus berbicara, kapan harus bertindak dan kapan harus diam. 



4. TIDAK AKAN MENDAPAT MALU SAAT BERHADAPAN DENGAN LAWAN 
Orang yang berhikmat mampu mengatasi berbagai situasi, karena dia telah memiliki kapasitas yang besar untuk menanganinya dan tidak dipermalukan. Untuk mendapatkannya tidak dalam sekejap mata tapi melalui proses yang panjang. Pemimpin-pemimpin besar sepanjang masa ada sampai saat ini, karena mereka telah melewati masa penundaan dan mereka telah muncul sebagai pemenang. 

Saya akan menutup renungan ini dengan sebuah ilustrasi:
Untuk membuat sebatang anak panah yang berkualitas baik tidak bisa dengan asal-asalan dan terburu-buru. Dibutuhkan jenis kayu yang tepat dan minimal 1 tahun dalam proses pembuatannya. Bangsa ISRAEL biasanya menggunakan dahan pohon almond untuk membuat anak panah ini, karena dahan ini yang paling kuat di antara semua pohon di ISRAEL. Kulit dahan itu dikelupas dan kemudian diampelas untuk memperoleh bentuk yang diinginkan. Sehingga apapun yang menghalangi tujuan pembuatannya baik itu berupa duri, mata kayu dan apapun yang masih menempel di dahan itu akan hilang (kepahitan, luka batin, kenangan masa lalu, kebanggaan, etc). 


Setelah beres, kayu-kayu itu direndam seluruhnya ke dalam air lalu diangkat agar permukaannya menghasilkan kembang kayu. Kemudian di amplas lagi, direndam dan diangkat, proses itu dilakukan terus menerus sampai dihasilkan ukuran, bentuk dan tekstur yang tepat. Proses ini sangat lambat dan butuh kesabaran yang tinggi. Namun proses ini tidak dapat dihindari demi menghasilkan anak panah yang berkualitas tinggi. Melewati atau melompati proses ini, hanya akan menghasilkan anak panah yang berkualitas rendah. Setelah anak panah itu selesai melewati proses pertama, proses ke-2 gagang-gagang panah itu disimpan di dalam tabung anak panah (masa penundaan). Setelah jangka waktu tertentu, si pemanah akan memeriksa apakah gagang-gagang ini ada yang melengkung atau bengkok. Proses ketiga, gagang-gagang panah ini dipasangkan dengan bulu-bulu dan mata panah, mata panah lebih berat dari gagang panah. Jadi, bila gagang panah tersebut kurang lama melewati prosesnya, maka berat mata panah akan membuatnya bengkok sehingga akan sulit mencapai sasaran. Sebaliknya bila anak panah ini tidak menjadi bengkok atau melengkung, artinya anak panah ini siap untuk dipasang pada busur dan siap untuk melesat pada sasarannya. 


Untuk tetap tegak lurus dan berada dalam tabung panah (berada dalam penundaan red) bukanlah masa yang menyenangkan. Kita akan merasa sendirian, merasa diabaikan, merasa tidak dipedulikan, merasa gelap dan seringkali kita menjadi tidak sabar ingin segera keluar dari tabung tersebut sebelum waktunya dan segera bekerja. Kebanyakan orang tidak sadar bahwa sebenarnya tabung ini adalah tempat persiapan bagi mereka untuk memasuki dunia pelayanan. Banyak orang meloncat keluar dari masa penundaan dan masuk ke dalam pelayanan karena merasa terdorong dan bukan dipimpin. Mereka didorong oleh ketidak sabaran, ambisi, keluarga, ingin terkenal, ingin mendapat uang, kesombongan, etc. Dan kita bisa saksikan banyak orang-orang yang seperti ini akhirnya berguguran ditengah jalan dan tidak menjadi berkat bagi banyak bangsa.  

ANDA MAU MENJADI ORANG BESAR ???
Masuki masa penundaan yang telah TUHAN sediakan dengan kerelaan, sukacita dan ucapan syukur karena kita tahu pada waktuNYA TUHAN, dia akan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor. 







TUHAN memberkati ! lies (10062009)















Tidak ada komentar: