Suatu hari ada sekelompok anak muda yang memutuskan untuk menjelajah daerah pedalaman yang belum tersentuh oleh manusia. Awalnya perjalanan mereka sangat mudah, melewati rumah-rumah penduduk, melewati padang rumput, makin lama makin jauh mereka masuk ke dalam hutan dimana sinar matahari hampir tidak kelihatan terhalang oleh pepohonan yang tinggi menjulang. Tiba-tiba blass…….salah seorang dari mereka terperosok jatuh dalam kubangan lumpur hisap yang sangat dalam. Dia mencoba untuk menarik dirinya keluar, mencoba meraih apa yang bisa dipegangnya, tak dinyana, semakin kuat dia menarik dirinya keluar semakin kuat pula lumpur itu menghisap dirinya dan tanpa disadari dia sudah hampir tenggelam seluruhnya.Melihat posisinya seperti ini barulah dia sadar dan segera berteriak memanggil rekan-rekannya, salah seorang dari mereka segera membelitkan dirinya dengan seutas tambang dan yang lain membantu menariknya, akhirnya orang ini bisa keluar dari lumpur hisap itu.
Dari ilustrasi diatas, kita belajar bahwa seseorang yang jatuh ke lumpur hisap tidak dapat menolong dirinya sendiri, dia butuh seseorang untuk menyelamatkannya. Pemuda ini tidak akan mampu membebaskan dirinya, karena semakin dia berusaha untuk selamat, lumpur itu akan semakin dalam menghisapnya. Demikian pula dengan anda dan saya, kita telah jatuh ke dalam lumpur dosa dan tidak ada satu hal pun dimuka bumi ini yang dapat menyelamatkan kita dari sana. Baik itu agama, kebaikan, amal perbuatan, persembahan, perpuluhan, meditasi, mengucilkan diri dan hidup sebagai pertapa, puasa, etc. Semuanya adalah sia-sia.
3 KEBENARAN MENGENAI KESELAMATAN
1. SEMUA MANUSIA BERDOSA
ROMA 3:23,“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, saat itulah hubungan manusia dengan ALLAH terputus. Hubungan yang semula murni, kudus menjadi tercemar karena dosa. Akibatnya manusia menjadi tidak mengenal siapa dirinya lagi dan berusaha untuk menutupi keadaan dirinya yang sesungguhnya dengan berbagai cara, melalui penampilan, kedudukan, status, harta, prestasi, harga diri, gengsi, etc.
ADAM diibaratkan sebagai kepala lokomotif, keturunan ADAM diibaratkan sebagai rangkaian gerbong-gerbong kereta yang saling terikat satu sama lain. Bila lokomotif ini mengarah ke jurang, maka seluruh gerbong ini juga pasti akan jatuh ke jurang, Demikian pula dengan dosa, dosa dimulai dari ADAM dan benih dosa itu sudah dibawa oleh setiap keturunan yang dilahirnya. Artinya, secara otomatis dosa itu turun kepada setiap keturunannya tanpa terkecuali, termasuk YESUS. Yang berbeda, YESUS tidak dibuahi oleh nafsu manusia tapi dari benih ROH KUDUS, namun didalam darahNYA mengalir benih dosa karena dikandung oleh MARIA. Inilah yang dinamakan dosa turunan, termasuk bayi yang baru dilahirkan.
Saya mempunyai keponakan yang berusia 6 dan 2 tahun, si kakak tinggi besar sedangkan si adik kecil mungil. Suatu hari mereka berselisih paham dan dihukum oleh ayahnya. Saat mereka berkunjung ke rumah, si kakak mengadu pada kami bahwa dia dikunci oleh ayahnya di kamar mandi berjam-jam. Setelah cross check dengan ayahnya ternyata tidaklah demikian, telinga mereka hanya disentil dan dihukum tapi tidak sampai dikunci berjam-jam seperti penuturan anaknya. Anda lihat betapa dosa itu memiliki efek yang luar biasa, dia tidak memilah-milah kaya atau miskin, tua atau muda, terpelajar atau tidak, semua kena getahnya dan semua kena akibatnya. Dosa menimbulkan perselisihan, pertengkaran, iri hati, kebohongan, etc dan juga mampu memutarbalikkan fakta yang ada. Tanpa ada yang mengajari untuk berbohong, keponakan saya ini bisa berbohong, itulah akibat benih dosa yang sudah dibawa sejak seseorang dilahirkan di dunia.
Tanpa ada yang mengajari, KAIN bisa membunuh adiknya HABIL. Dosa membawa efek mematikan, yaitu kematian kekal. KEMATIAN KEKAL ADALAH PUTUSNYA HUBUNGAN ALLAH DENGAN MANUSIA SAMPAI SELAMA-LAMANYA.
2. USAHA MANUSIA SIA-SIA
EFESUS 2:8, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Dunia menawarkan segala keindahannya untuk memikat orang-orang masuk kedalamnya, setelah mereka terjatuh ke dalamnya, dia akan mencengkramnya kuat-kuat dan tidak akan melepaskan lagi. Sama seperti pemuda yang terjatuh ke dalam lumpur hisap dan tidak mampu keluar lagi. Lumpur dunia secara perlahan-lahan akan memikat anda, menarik anda kedalamnya dan membuat anda mati bersamanya.
Firman Tuhan katakan sia-sia semua usaha manusia, tidak ada yang sanggup melepaskan kita dari cengkraman dunia. Syukur kepada TUHAN, karena kasihnya kepada kita DIA turun dari surga dan mati untuk menebus anda dan saya. Supaya anda tidak mengalami kematian tapi memperoleh keselamatan kekal. Semua itu adalah anugerah dan bukan karena perbuatan kita.
ANUGERAH= anda tidak layak untuk mendapatkannya tapi anda diberikannya secara cuma-cuma, tanpa perlu bersusah payah.
Keselamatan adalah anugerah yang diberikan ALLAH kepada kita, walaupun kita tidak layak menerimanya, supaya anda dan saya selamat dan tidak masuk dalam kematian kekal.
3. CUKUP PERCAYA KEPADA YESUS
YOH 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNYa tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Karena kasihNYA, ALLAH berinisiatif turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Rencana penyelamatan ALLAH ini sudah tersirat dalam perjanjian lama saat perayaan PASKAH pertama kali diadakan. Anak domba yang tidak bercela adalah perlambang YESUS yang dikobarkan sebagai korban tebusan umat manusia. Darahnya yang tercurah di atas kayu salib membuka jalan bagi anda dan saya untuk datang kepada ALLAH. Tabir pemisah antara ALLAH dengan manusia sudah terbuka dan kita tidak perlu lagi takut untuk datang kepada ALLAH. Sehingga kita dapat memanggil DIA “ YA ABBA YA BAPA “
YOH 5: 24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” 14:6, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Banyak orang yang mengaku YESUS sebagai TABIB AGUNG, sebagai PENOLONG, sebagai NABI, sebagai UTUSAN ALLAH, sebagai RAJA, etc. Itu tidak menjamin anda selamat. Banyak agama-agama lain yang mengaku hal-hal diatas, mereka percaya YESUS adalah NABI, mereka percaya YESUS sanggup menyembuhkan. Tapi saya katakan sekali lagi, mereka tidak akan selamat. Kenapa ?
KUNCI untuk bisa berhubungan dengan ALLAH adalah melalui YESUS, YESUS sendiri menegaskan bahwa diriNYA adalah JALAN menuju kepada ALLAH (melalui kematian di atas kayu salib, menjadi jembatan penghubung antara manusia dengan ALLAH) dan KEBENARAN itu sendiri ( di dalam diriNYA tidak ada kebohongan karena DIA “ YA dan AMIN”) dan HIDUP (ada pertukaran, dari kutuk menjadi berkat, dari sakit menjadi sembuh, dari sedih menjadi sukacita, dari lemah menjadi kuat, dari miskin menjadi kaya). Semua yang telah dirampas oleh iblis, digantikan oleh YESUS melalui kematian dan kebangkitanNYA.
Tidak ada satu nabipun yang memiliki kuasa untuk mengampuni dosa manusia, tapi YESUS memiliki kuasa untuk mengampuni dosa manusia, karena di dalam diriNYA yang adalah ALLAH 100% dan manusia 100%.
ROMA 10:9, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”
Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan FIRMAN TUHAN, Saat memperkatakan dengan mulut iman percaya anda, itu artinya anda sedang menyatakan kepada iblis bahwa anda adalah milik KRISTUS, dan juga untuk meneguhkan hati anda bahwa sekarang anda sudah memperoleh keselamatan itu. Kita tidak melihat bukti YESUS mati diatas kayu salib, kita tidak melihat tangan YESUS dipaku tapi kita mendengar kebenaran FIRMAN NYA dan menjadi percaya.
Saat kita mengaku YESUS sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT, anda sudah terlepas dari kuasa dunia dan anda seketika dipindahkan dari alam maut ke alam kekal.
Bagi anda yang membaca artikel ini dan masih ragu-ragu dengan keselamatannya, ikuti doa dibawah ini :
TUHAN YESUS, saya ….. (sebutkan nama anda) datang kehadapanmu, saya mengaku: saya orang berdosa, saya orang munafik, saya tidak yakin dengan keselamatan saya. Karena itu, saya datang kepadaMU, ampunilah dosa-dosa saya, sucikan dan kuduskan oleh darahMU yang kudus. Saya menerima ENGKAU sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT dalam hidup saya dan saya percaya bahwa ENGKAU telah membangkitkan YESUS dari antara orang mati. Bertahtalah dalam hidup saya, jadilah TUAN atas hidup saya. Seluruh kehidupan, saya serahkan ketanganMU. Terima kasih TUHAN, AMIN
PS:
• SELAMAT ! Anda sudah menapaki tingkat pertama sebagai orang KRISTEN
• Bagikan kesaksian hidup anda kepada orang-orang yang belum mengenal TUHAN
Blog ini adalah kisah perjalanan kehidupanku bersama TUHAN dan juga kisah-kisah yang dikirimkan oleh rekan-rekanku. Kiranya menjadi berkat bagi semua orang yang membaca blog ini. Dan bagi rekan-rekan yang hendak mengambil artikel terutama yang ada nama-ku, jangan lupa mencantumkan nama penulisnya. TUHAN memberkati !!
Senin, November 17, 2008
JANGAN ADA LAGI DUSTA
KOLOSE 3:9,” Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya”
Saya sangat menyukai alam pedesaan, suasananya masih sejuk, udaranya sangat bersih dan bagus untuk kesehatan, penduduknya pun ramah-ramah dan kekeluarga. Saat sedang berjalan di pematang sawah, saya melihat para petani sedang mencabuti ilalang di antara benih padi. Dalam pikiran saya timbul pertanyaan,” Ngapain sih petani itu mencabuti ilalang di antara benih padi, menghabiskan waktu dan tenaga.” Karena penasaran saya bertanya pada mereka,” Pak, untuk apa mencabuti ilalang di antara benih itu, menghabiskan waktu dan tenaga saja.” Jawab mereka,”Neng, saat padi hendak tumbuh harus dijaga dari ilalang-ilalang ini, karena mereka akan merebut sari makanan yang dibutuhkan oleh padi untuk tumbuh, akibatnya padi akan mati atau tumbuh tapi kurus tidak ada isinya. Orang-orang yang tidak mengerti mungkin akan menganggap ini adalah pekerjaan yang sia-sia dan membosankan tapi bagi kami tidak, karena kami mengharapkan panen yang terbaik dari sebelumnya.” “OOOOOOOOOhhhhh” satu ilmu lagi aku dapatkan.
Hal yang sama Tuhan lakukan pada kita, DIA tidak jemu-jemu mencabuti ilalang dalam kehidupan kita, ilalang yang terbesar adalah ilalang dusta/kebohongan. Seringkali dusta ini menyamar dengan manisnya dalam ucapan kita, missal: saat memuji orang lain demi mendapatkan perhatian orang tersebut, berdusta demi kebaikan, berdusta karena takut dimarahi, berdusta karena menghindar dari pekerjaan, berdusta supaya pulang kantor lebih cepat dengan alasan pelayanan, membela diri. Apapun alasannya dusta tetaplah dusta, tidak ada yang namanya dusta putih atau dusta demi kebaikan. Ada pepatah mengatakan,” Sepandai- pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga” atau “Serapi-rapinya menyembunyikan pelanggaran pasti akan ketahuan juga.”
Di dalam Tuhan hanya ada benar atau salah tidak ada zona abu-abu. Kita adalah anak-anak terang sudah seharusnyalah kita hidup dalam zona terang. Percuma bila kita bilang halleluya, puji Tuhan, syallom, hapal ayat-ayat, tapi dalam keseharian masih suka menipu, berbohong, membela diri, saling menjatuhkan, gossip, iri hati, kepahitan, etc. Orang-orang menilai kita bukan dari aktif/ rajin ke gereja tapi dari tingkah laku dan ucapan kita.
KETERBUKAAN ADALAH AWAL PEMULIHAN
Saudaraku, anda tidak usah takut untuk berterus terang, buang paradigma lama yang mengatakan “Kalau kamu mengaku, itu artinya kamu lemah”, “Kalau kamu mengaku kamu akan dipermalukan”, “ Kalau kamu mengaku harga diri kamu jatuh“, “Gengsi donk aku kan pemimpin, masa harus mengaku di depan jemaat”, etc. Iblis seringkali menipu anda untuk tidak mengaku dan menutupinya dengan alasan “ AH, ini kan masalah kecil. Biar aku beresan dengan Tuhan saja. Orang lain tidak perlu tau.” “ Pasangan saya tidak perlu tahu, karena akan menimbulkan masalah”, “ Toh, aku berdusta demi kebaikan supaya orang itu tidak shock dan kesehatannya menurun”. Dusta tidak akan pernah menyelesaikan masalah, justru akan menimbulkan benih-benih masalah yang lain dan anda akan semakin dipermalukan. Orang yang menyembunyikan masalah mencirikan orang tersebut masing sombong, tidak mau mengakui kelemahannya. Merasa segala sesuatu dapat dibereskan sendiri.
Contoh kasus, ada seorang suami sudah pelayan Tuhan dan aktif di gereja, karena profesinya sebagai marketing dia harus berhadapan dengan berbagai macam tipe klien dan bermacam-macam pula permintaan mereka. Suatu saat ada seorang klien kelas kakap yang minta ditemani ke pijat plus-plus, sekali dua kali menunggu di mobil lama-lama tertarik untuk masuk. Untuk menutupi perbuatannya dia bermanis-manis dan membelikan banyak hadiah buat istrinya. Lama-lama tercium juga perbuatan suaminya ini oleh istrinya, saat ditanya bukannya mengaku malah marah-marah dan berkata bahwa istrinya suka berpikiran negative dan tidak percaya kepadanya. Merasa dirinya aman, si suami ini terus melakukan perbuatannya, tanpa merasa bersalah. SIngkat cerita, si isri mendapat informasi bahwa suaminya masuk ke sebuah hotel dengan seorang wanita. Dan alhasil si istri memergokinya dengan mata kepala sendiri dan tanpa ba….bi…bu…. lagi segera mengajukan cerai. Selama proses perceraian yang berjalan alot, si suami pekerjaannya menjadi tidak beres, sering mangkir, jadi biang keributan di tempat pekerjaan, undur dari gereja dan akhirnya dipecat oleh perusahaan. Parah banget yaaa….
Saudara lihat, dusta tidak memperbaiki keadaan malah akan semakin memperburuk keadaan. Coba kalau si suami dari awal mengakui kesalahannya, minta istri memaafkannya dan berjanji tidak mengulangi lagi. Tentu keadaannya akan jauh berbeda. Sakit hati pasti, marah sudah jelas tapi keadaan pasti akan jauh lebih baik saat ada pengakuan. Dengan keadaan ini, si istri tentu akan lebih giat lagi berdoa bagi suami, melayani suami dengan lebih baik lagi dan suami juga tentu lebih berhati-hati demi menjaga kepercayaan sang istri dengan tidak berkhianat lagi.
KOLOSE 3:17,” Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”
SAAT TUHAN SEDANG MENCABUTI ILALANG-ILALANG DALAM HIDUPMU
JANGANLAH ENGKAU BERKATA,”MARI SAYA BANTU CABUTI”
HANYA DIA YANG TAHU ILALANG-ILALANG YANG MASIH TERSEMBUNYI DALAM DIRIMU.
IZINKAN DIA UNTUK MENYELESAIKANNYA
HINGGA KAU ENGKAU DAPAT MENGHASILKAN BUAH BERKALI-KALI LIPAT
Saya sangat menyukai alam pedesaan, suasananya masih sejuk, udaranya sangat bersih dan bagus untuk kesehatan, penduduknya pun ramah-ramah dan kekeluarga. Saat sedang berjalan di pematang sawah, saya melihat para petani sedang mencabuti ilalang di antara benih padi. Dalam pikiran saya timbul pertanyaan,” Ngapain sih petani itu mencabuti ilalang di antara benih padi, menghabiskan waktu dan tenaga.” Karena penasaran saya bertanya pada mereka,” Pak, untuk apa mencabuti ilalang di antara benih itu, menghabiskan waktu dan tenaga saja.” Jawab mereka,”Neng, saat padi hendak tumbuh harus dijaga dari ilalang-ilalang ini, karena mereka akan merebut sari makanan yang dibutuhkan oleh padi untuk tumbuh, akibatnya padi akan mati atau tumbuh tapi kurus tidak ada isinya. Orang-orang yang tidak mengerti mungkin akan menganggap ini adalah pekerjaan yang sia-sia dan membosankan tapi bagi kami tidak, karena kami mengharapkan panen yang terbaik dari sebelumnya.” “OOOOOOOOOhhhhh” satu ilmu lagi aku dapatkan.
Hal yang sama Tuhan lakukan pada kita, DIA tidak jemu-jemu mencabuti ilalang dalam kehidupan kita, ilalang yang terbesar adalah ilalang dusta/kebohongan. Seringkali dusta ini menyamar dengan manisnya dalam ucapan kita, missal: saat memuji orang lain demi mendapatkan perhatian orang tersebut, berdusta demi kebaikan, berdusta karena takut dimarahi, berdusta karena menghindar dari pekerjaan, berdusta supaya pulang kantor lebih cepat dengan alasan pelayanan, membela diri. Apapun alasannya dusta tetaplah dusta, tidak ada yang namanya dusta putih atau dusta demi kebaikan. Ada pepatah mengatakan,” Sepandai- pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga” atau “Serapi-rapinya menyembunyikan pelanggaran pasti akan ketahuan juga.”
Di dalam Tuhan hanya ada benar atau salah tidak ada zona abu-abu. Kita adalah anak-anak terang sudah seharusnyalah kita hidup dalam zona terang. Percuma bila kita bilang halleluya, puji Tuhan, syallom, hapal ayat-ayat, tapi dalam keseharian masih suka menipu, berbohong, membela diri, saling menjatuhkan, gossip, iri hati, kepahitan, etc. Orang-orang menilai kita bukan dari aktif/ rajin ke gereja tapi dari tingkah laku dan ucapan kita.
KETERBUKAAN ADALAH AWAL PEMULIHAN
Saudaraku, anda tidak usah takut untuk berterus terang, buang paradigma lama yang mengatakan “Kalau kamu mengaku, itu artinya kamu lemah”, “Kalau kamu mengaku kamu akan dipermalukan”, “ Kalau kamu mengaku harga diri kamu jatuh“, “Gengsi donk aku kan pemimpin, masa harus mengaku di depan jemaat”, etc. Iblis seringkali menipu anda untuk tidak mengaku dan menutupinya dengan alasan “ AH, ini kan masalah kecil. Biar aku beresan dengan Tuhan saja. Orang lain tidak perlu tau.” “ Pasangan saya tidak perlu tahu, karena akan menimbulkan masalah”, “ Toh, aku berdusta demi kebaikan supaya orang itu tidak shock dan kesehatannya menurun”. Dusta tidak akan pernah menyelesaikan masalah, justru akan menimbulkan benih-benih masalah yang lain dan anda akan semakin dipermalukan. Orang yang menyembunyikan masalah mencirikan orang tersebut masing sombong, tidak mau mengakui kelemahannya. Merasa segala sesuatu dapat dibereskan sendiri.
Contoh kasus, ada seorang suami sudah pelayan Tuhan dan aktif di gereja, karena profesinya sebagai marketing dia harus berhadapan dengan berbagai macam tipe klien dan bermacam-macam pula permintaan mereka. Suatu saat ada seorang klien kelas kakap yang minta ditemani ke pijat plus-plus, sekali dua kali menunggu di mobil lama-lama tertarik untuk masuk. Untuk menutupi perbuatannya dia bermanis-manis dan membelikan banyak hadiah buat istrinya. Lama-lama tercium juga perbuatan suaminya ini oleh istrinya, saat ditanya bukannya mengaku malah marah-marah dan berkata bahwa istrinya suka berpikiran negative dan tidak percaya kepadanya. Merasa dirinya aman, si suami ini terus melakukan perbuatannya, tanpa merasa bersalah. SIngkat cerita, si isri mendapat informasi bahwa suaminya masuk ke sebuah hotel dengan seorang wanita. Dan alhasil si istri memergokinya dengan mata kepala sendiri dan tanpa ba….bi…bu…. lagi segera mengajukan cerai. Selama proses perceraian yang berjalan alot, si suami pekerjaannya menjadi tidak beres, sering mangkir, jadi biang keributan di tempat pekerjaan, undur dari gereja dan akhirnya dipecat oleh perusahaan. Parah banget yaaa….
Saudara lihat, dusta tidak memperbaiki keadaan malah akan semakin memperburuk keadaan. Coba kalau si suami dari awal mengakui kesalahannya, minta istri memaafkannya dan berjanji tidak mengulangi lagi. Tentu keadaannya akan jauh berbeda. Sakit hati pasti, marah sudah jelas tapi keadaan pasti akan jauh lebih baik saat ada pengakuan. Dengan keadaan ini, si istri tentu akan lebih giat lagi berdoa bagi suami, melayani suami dengan lebih baik lagi dan suami juga tentu lebih berhati-hati demi menjaga kepercayaan sang istri dengan tidak berkhianat lagi.
KOLOSE 3:17,” Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”
SAAT TUHAN SEDANG MENCABUTI ILALANG-ILALANG DALAM HIDUPMU
JANGANLAH ENGKAU BERKATA,”MARI SAYA BANTU CABUTI”
HANYA DIA YANG TAHU ILALANG-ILALANG YANG MASIH TERSEMBUNYI DALAM DIRIMU.
IZINKAN DIA UNTUK MENYELESAIKANNYA
HINGGA KAU ENGKAU DAPAT MENGHASILKAN BUAH BERKALI-KALI LIPAT
Langganan:
Postingan (Atom)