Tampilkan postingan dengan label kisah pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah pendek. Tampilkan semua postingan

Kamis, Januari 14, 2010

APA YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA


Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. 

"Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia ? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?" 

Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari guru, 

"Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu.” 

Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan guru itu menunjuk pada seorang murid. 

"Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu."

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, "Seminggu yang lalu, adalah masa yang sangat besar buatku. Orangtuaku, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang aku impikan selama ini." Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. "Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !" 

Sang guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara, hingga terdengar suara dari arah belakang. 

"Pak guru. Pak, aku belum bercerita.” Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya. 

"Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua", ujar pak guru kepada murid berambut lurus itu. 

"Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?" pak guru mengulang pertanyaannya kembali. 

"Keberhasilan terbesar buatku, dan juga buat keluargaku adalah saat nama keluarga kami tercantum dalam buku telpon yang baru terbit 3 hari yang lalu.” 

Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu. 

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, "Ha ? Aku sudah sejak lahir menemukan nama keluargaku di buku telephone. “Buku telephone ? Betapa menyedihkan, ha…ha…ha…." 

Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, "Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?" lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. 

Pak guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan. "Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, nak." 

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara, "Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah aku dapatkan. Dulu, ayahku bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi.” 

Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.

"Tapi, kini ayah telah berubah. Dia telah mau menjadi ayah yang baik buat keluargaku. Semua itu butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada bank dan yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat ayahku. Dan kini, ayah berhasil. Bukan hanya itu, ayah juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi, tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluargamu ada di buku telpon ? Itu artinya, aku tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan ayah untuk terus berlari. Itu artinya, aku tak perlu lagi kehilangan teman teman yang aku sayangi. Itu juga berarti, aku tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, aku, dan juga keluargaku, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya". 

Matanya kembali menerawang. Ada butir  bening yang mengalir. Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang bisa aku raih nanti. Aku sungguh bersyukur kepada Tuhan untuk kemurahan-NYA ini. Meskipun nama di buku telpon mungkin tidak berarti bagi orang kebanyakan, tapi ini sungguh merupakan karunia yang luar biasa buat keluarga kami. 

Kelas terdiam. Pak guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk, beberapa meneteskan air mata. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan nyata. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan apa arti kebahagiaan yg sesungguhnya.

Minggu, November 01, 2009

MENCARI ARLOJI


Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak di sengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. 

Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. 

Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu. 

"Bagaimana cara engkau mencari arloji ini ?" tanya si tukang kayu. 

"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu. 

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam  "kesibukan dan kegaduhan'" Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. 

YESAYA 30:15, “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu…….”

Minggu, Oktober 18, 2009

SEBUAH JEMBATAN


Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. 

Namun kerjasama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa. 

Suatu pagi, datanglah seorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. 

“Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan” kata pria itu dengan ramah. “Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.” 

“Oh ya ?” jawab sang kakak. “Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana, itu adalah rumah tetanggaku, sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm,….barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku. Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.” 

Kata tukang kayu, “Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.” 

Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. 

Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. 

Di sore hari, ketika sang kakak kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah sebuah jembatan yang melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. 

“Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku” kata sang adik pada kakaknya. 

Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan. Saling berjabat tangan dan berpelukan. 

Melihat hal itu tukang kayu tersenyum puas dan segera membenahi perkakasnya, bersiap-siap untuk pergi. 

“Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,” pinta sang kakak. 

“Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,” kata tukang kayu. Tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan. 

TUHAN SELALU INGIN KITA BERADA DALAM DAMAI SEJAHTERA TUHAN SELALU INGIN MEMPERSATUKAN HATI KITA TUHAN SELALU INGIN KITA MENGASIHI SESAMA KITA  

SADARKAH KITA,  bahwa : 
- Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan? Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar. 

- Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada. Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

- Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan. Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.

AIR MENDIDIH


Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah.

Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya. Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak? “Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak.

Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

WORTEL sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.

TELUR sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

BUBUK KOPI mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"


BAGAIMANA DENGAN KAMU ? 
1. Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.
2. Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?
3. Ataukah kamu adalah bubuk kopi. Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.

Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

BAHAYA BESAR


Sebuah kapal yang tengah berlayar di lautan lepas diterjang amukan badai dahsyat. Para awak kapal berjuang keras mengendalikan kapal yang oleng. Tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari ruang bawah. Dua orang awak kapal berlari turun. Ternyata sepucuk meriam terlepas dari ikatannya.

Tepat ketika kedua awak itu sampai di ruang bawah, meriam itu tengah meluncur deras terbawa ayunan ombak menuju lambung kapal. Tanpa berpikir dua kali, keduanya segera bertindak; menarik meriam itu dan mengikatnya kembali di tempatnya. Andai meriam itu jadi menabrak lambung kapal, bahaya yang mereka hadapi jauh lebih besar dari amukan badai di luar.

Gereja seumpama kapal yang tengah berlayar di lautan dunia. Ia harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan ancaman dari luar. Namun, tidak jarang yang lebih berbahaya adalah tantangan dan ancaman dari dalam tubuh gereja sendiri. Kekerasan hati, kesombongan, iri dengki, egoisme, dan ambisi pribadi dari segelintir orang, yang berujung hilangnya damai sejahtera dan sukacita di gereja. Atau, bahkan berakhir dengan perpecahan. Tidak jarang gereja bisa bertahan terhadap rupa-rupa tekanan dari luar, tetapi ambruk karena pertengkaran di dalam. Menyedihkan!

Untuk itu, tidak ada cara lain selain kembali ke prinsip dasar hidup kristiani, yaitu kasih. Kasih yang bertolak dari damai sejahtera Kristus dan terwujud dalam belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan pengampunan. Hanya dengan begitu perpecahan jemaat dapat dihindarkan.

GALATIA 5: 22-23, “ Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”



DI MANA ADA ROH PERPECAHAN, DI SITU TIDAK ADA ROH KASIH

Rabu, Oktober 07, 2009

YESUS VS SATAN


Saat sedang berjalan-jalan, YESUS melihat satan sedang terbengong-bengong sendirian. YESUS menghampirinya dan bertanya “Kenapa kamu, tan ?” 

Satan : “Oh tuan, aku kan terusir dari taman eden, otomatis aku kesepian karena ngga punya teman lagi. Makanya, sekarang sedang menyusun rencana untuk mendapatkan semua manusia yang ada di dunia itu untuk menemani aku.“ 

Yesus : “Apa yang akan kamu lakukan kepada mereka ?”

Satan : “Oh, aku akan bersenang-senang. Aku akan mengajar mereka bagaimana menikah dengan orang yang mereka sukai dan bila sudah bosan tinggal cerai. Supaya mereka selalu merasa tidak puas dan menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi kepuasaan mereka, merasa iri akan keberhasilan orang lain, benci akan diri sendiri, berzinah, suka berkata-kata kotor, mengutuk segala sesuatu, sakit hati dan membuat mereka selalu dalam kondisi tanpa pengampunan. Aku akan mengajarkan mereka untuk membuat senjata, merakit bom, untuk melampiaskan kemarahan mereka HAA…..HA…HA.. bukankah ide aku itu cemerlang. Aku akan bersenang-senang atas anak manusia ini HAA….HA…HA….”

Yesus : “ Dan apa yg akan kamu lakukan ketika semua itu telah kamu ajarkan kepada mereka ?”

Satan :(dengan bangga) “Mula-mula aku akan mencuri kebahagiaan mereka, membunuh tubuh dan jiwa mereka dan yang terakhir adalah membinasakan keselamatan mereka.” 

Yesus : “ Berapa harga yang harus dibayar untuk menebus mereka ?” 

Satan : “ Kamu ??? kamu mau menebus mereka ? HAA….HA….HA….. kamu tidak akan menginginkan mereka. Coba kamu lihat, apa untungnya kamu menebus mereka. Mereka hanya terdiri dari kulit dan daging, yang dalam sekejab mata saja sudah hilang. Saat kamu datang pada mereka, mereka akan menolak kamu, membenci, meludahi, mengutuk, memberontak bahkan membunuhMU. Kamu pasti tidak akan menginginkan mereka. 

Yesus : “ Berapa harganya ?” 

Setan :(dengan penuh keheranan setan memandang YESUS) “Semua darah, air mata, dan hidupMu.” 

Yesus :(dengan tegas)“BAIK-lah, AKU kabulkan semua permintaanmu itu. SEKARANG serahkan semua anak manusia kepada-KU tanpa kecuali, karena AKU TELAH MEMBAYARNYA LUNAS.” 

yOHANES 3:16; "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

HANYA 1 JAM


Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, “Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”.

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, “Tidak, nak”.

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi, 

“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

“Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”

Ayahnya tertawa, “Tetap tidak akan bisa, nak”.

“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?” 

Akhirnya ayahnya mengangguk, "Kemungkinan besar, bisa nak dan kuasa TUHANlah yang memampukan kita untuk hidup benar".

Anak ini tersenyum lega. 

"Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar...."


Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati.
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini.


Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah jadi karakter, dan karakter akan menjadi tujuan hidup


Hiduplah 1 jam :
* TANPA kemarahan,
* tanpa hati yang jahat,
* tanpa pikiran negatif,
* tanpa menjelekkan orang,
* tanpa keserakahan,
* tanpa pemborosan,
* tanpa kesombongan,
* tanpa kebohongan
* tanpa kepalsuan...


Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya….

Hiduplah 1 jam
dengan kasih,
dengan sukacita,
dengan damai sejahtera,
dengan kesabaran,
dengan kelemahlembutan,
dengan kemurahan hati,
dengan kerendahan hati,
dengan penguasaan diri...


Dan ulangilah untuk 1 jam berikutnya..
Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikutnya..


GALATIA 5 : 22 - 23
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Selasa, September 29, 2009

LOVE IS NEVER DIE


Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asyik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh... bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku."

Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. Cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." Keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat.

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh, kita adakan permainan yuk?" Peter: "Eh….permainan apaan?"

Tina: " Eng….gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja, gimana menurutmu?" Peter: "Baiklah, lagian aku juga gak ada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya, semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. Katanya film itu bagus.”

Tina: "OK dech, Yuk kita pergi sekarang. Tar pulang nonton kita ke karaoke ya, ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga..." mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang.

Hari ke 2 Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.


Hari ke 3
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.


Hari ke 7
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan Tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.


Hari ke 25
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.


Hari ke 41
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.


Hari ke 67
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama, dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.


Hari ke 72
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu meneteskan air mata.


Hari ke 84
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai, Pantai Anyer sangat sepi karena bukan musim liburan. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut yang menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.


Hari ke 99
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.


15:20 pm
Tina: "Aku haus, istirahat dulu yuk, sebentar."

Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?"

Tina: "Aku saja yang beli. Kamu ‘kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini, sebentar ya."

Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.


15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit dan Tina belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.

Peter : " Ada apa pak?"

Orang asing: " Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu."

Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.


23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."

Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter, ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya. Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu. 


23:58  pm
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali…… jantung Tina berhenti berdetak.

Hari itu adalah hari ke 100...


DEAR FRIEND : 
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Tahukah anda ?
Kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan.

Tahukah anda ?
Kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya.

Tahukah anda ?
Kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah : Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku.

Tahukah anda ?
Kalau orang yang suka berpakaian warna merah, lebih percaya diri.

Tahukah anda ?
Kalau orang yang suka berpakaian warna kuning adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri.

Tahukah anda ?
Kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda.

Tahukah anda ?
Kalau anda menolong seseorang, pertolongan itu akan kembali kepada anda dua kali lipat.

Tahukah anda ?
Bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung.

Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan sangat bernilai, saat anda mengatakannya langsung dihadapan orang tersebut


PS1: Kisah diatas memang kisah fiktif yang dikirim oleh seorang rekan. Namun mengandung nilai kehidupan yang amat dalam, bahwa sering kali kita menganggap remeh bahkan takut untuk mengungkapkan rasa sayang pada orang-orang yang kita kasihi.  Hingga suatu waktu kita tersadarkan bahwa orang yang kita kasihi telah pergi meninggalkan kita.


PS2: Jangan datangi peramal/dukun untuk mengetahui masa depan anda. Karena begitu anda meminta petunjuk pada mereka, anda telah buka celah untuk si iblis masuk dan memporakporandakan kehidupan dan masa depan anda.

PS3: SERAHKAN KEHIDUPANMU DAN MASA DEPANMU HANYA KEPADA YESUS KRISTUS !!
 

Senin, Agustus 31, 2009

KOKI



Written by :liesye herlyna
Sekilas kedai ini tidak menarik, terletak di ujung jalan, bangunannya terbuat dari papan dan kayu-kayu yang disusun rapi, sangat sederhana, tanpa ornamen apapun, sangat bertolak belakang dengan bangunan di sekitarnya yang megah dan mentereng. Namun hal ini tidak menyurutkan niat orang-orang untuk datang ke tempat ini, sekalipun harus mengantri, para pembeli dengan senang hati menunggunya dan biasanya orang yang baru pertama kali datang akan tertarik dan menjadi pelanggan setia.
Promosi dari mulut ke mulut hingga suatu hari berita ini sampai ke telinga seorang reporter dan dia tertarik untuk mengeksposnya. Saat mencicipi masakan itu, lidahnya berdecap-decap, matanya terbelalak dan penuh kekaguman “WOW….belum pernah saya makan seenak ini. Baru kali ini saya benar-benar menikmati sebuah masakan yang dibuat dengan cita rasa tinggi. Tidak salah tempat ini banyak dikunjungi, karena tempat ini memberikan taste yang berbeda. Aku harus menemui kokinya, untuk bertanya apa rahasianya.”
Bergegar reporter mengunjungi dapur dan bertanya, “Koki, maukah engkau memberitahukan kepadaku apa rahasia masakanmu ini. Masakanmu memang masakan biasa yang dengan mudah dijumpai di mana-mana. Namun ada sesuatu yang berbeda dari masakan ini. Setelah memakannya, aku merasa senang, bahagia, tenang dan sepertinya ada suatu kekuatan yang mengalir keluar dari dalam diriku” ujar reporter tersebut.
Dengan tersenyum lebar, koki ini menjawab, “Tidak ada rahasia apapun dalam masakan yang saya buat, saya menyajikan makanan yang biasa namun dengan cara yang berbeda. Saya selalu memilih bahan baku yang masih segar dan berkualitas tinggi, bumbu-bumbunya kami racik sendiri dan juga menggunakan kombinasi yang tepat. Hati yang gembira adalah bumbu terpenting dalam setiap masakan. Karena dari sanalah aroma kehidupan itu mengalir dan membuat orang yang memakannya benar-benar puas. Seperti yang anda katakan tadi, anda merasakan ada kekuatan yang mengalir dari dalam diri anda. Itulah tujuan kami, kami tidak ingin hanya menjual makanan dan membuat kenyang tapi kami ingin agar setiap orang yang datang ke tempat kami, mereka benar-benar dipuaskan.



MAKNA:
Kita semua adalah koki-kokinya TUHAN yang bertugas untuk menyediakan makanan bagi dunia, bagi orang-orang yang belum mengenal TUHAN. Saat mereka datang kepada kita, apakah yang akan kita sediakan ? Apakah kita akan menyediakan makanan yang sudah kadaluarsa dan tidak fresh lagi. Ataukah kita akan menolak mereka dan berkata bahwa sudah tidak ada makanan lagi. Dan membuat mereka mencari jawaban di gunung-gunung, aliran NEW AGES, kundalini, atau agama lain.
Atau kah kita menjadi orang-orang yang sibuk dengan keselamatan diri sendiri, kemakmuran sendiri dan sibuk dengan doktrin-doktrin gereja/aliran tanpa benar-benar menyentuh kehidupan mereka ?
TUHAN telah mengutus kita ke dalam dunia untuk menyediakan apa yang mereka butuhkan dan membuat mereka benar-benar terikat dengan ALLAH. Secara materi mereka mungkin hidup dalam kelimpahan dan bisa membeli apa yang mereka inginkan. Secara intelektual mereka mungkin jauh lebih pintar dan berbobot dari kita dan membuat kita merasa minder. Walaupun mereka merasa kenyang, itu hanya bersifat sementara tidak mampu memuaskan hasrat terdalam mereka. Jauh di lubuk hati mereka sesungguhnya ada rasa lapar dan dahaga yang tidak pernah terpuaskan.
TUHAN mau melalui kesederhanaan hidup kita dan keberadaan diri kita (siapapun kita) , kita menjadi alatnya TUHAN untuk menuntun orang-orang ini mendapatkan kebenaran sejati.
Maukah anda menjadi alatnya TUHAN untuk membawa kehidupan bagi dunia, membawa kerajaan ALLAH bagi orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran ?
 JAWABANNYA HANYA ADA PADA DIRI ANDA

TUHAN memberkati ! (lies-31082009)




Sabtu, Agustus 22, 2009

5 JARI BERDOA


Kisah ini sangat indah dan menyentuh hati. Saya belum pernah mendengarkan kisah ini sebelumnya.

1. Jari jempol, sangat dekat denganmu. Marilah memulainya dengan berdoa bagi orang-orang terdekat anda karena mereka mudah diingat. Seperti C.S LEWIS katakan “Berdoa bagi orang-orang yang kita cintai adalah “tugas manis”

2. Jari kedua adalah telunjuk. Berdoalah bagi orang-orang yang mengajar, memberikan pengarahan, dan dorongan. Termasuk di dalamnya orang-orang yang terlibat sebagai pengajar, dokter, dan pelayanan misi. Mereka sangat butuh dukungan dan keputusan yang tepat dalam memutuskan sebuah perkara. Bawa mereka dalam doa anda.

3. Jari ketiga adalah jari tengah yang paling tinggi. Hal ini mengingatkan kita pada pemimpin kita. Berdoalah bagi gembala di tempat anda berjemaat, presiden, pemimpin-pemimpin dalam bidang bisnis/transportasi/politik dan pemerintahan. Orang-orang ini memiliki andil yang sangat besar dalam perkembangan suatu negara. Mereka membutuhkan tuntunan tangan TUHAN.

4. Jari keempat adalah jari manis. Sesungguhnya jari ini adalah jari yang paling lemah dan sangat rentan. Dalam setiap doa-doa kita, selalu membawa orang-orang yang lemah, bermasalah atau dalam kesulitan. Mereka membutuhkan dukungan doa kita setiap saat.

5. Dan yang terakhir adalah jari kelingking. Jari terkecil di antara 5 jari, walaupun demikian jari kelingking memiliki fungsi yang tak kalah pentingnya dari jari-jari yang lain, dia mampu melakukan tugas yang tidak mampu dilakukan oleh jari-jari lain. Seperti “maaf” mengorek lubang hidung, mengorek lubang telinga. Pokoknya semua hal yang tidak bisa dilakukan oleh jari lain, jari kelingking mampu melakukannya. Demikian pula dengan kita, kita adalah jari kelingking yang tidak menonjolkan diri , tidak dikenal namun memiliki fungsi yang luar biasa. Kita menjadi perantara antara ALLAH dengan manusia.

Seperti yang FIRMAN TUHAN katakan, “Yang terkecil diantara kamu, menjadi yang terbesar.” Jangan menjadi manusia yang hanya fokus berdoa untuk diri sendiri dan akhirnya menjadi orang egois. Berdoalah bagi orang lain mulai saat ini. Dan anda akan melihat saat TUHAN menjamah kehidupan mereka, secara ajaib TUHAN memulihkan kehidupan anda juga.





CANGKIR YANG CANTIK



Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah untuk cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu, cantik sekali. " kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara, "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa dulunya aku tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun pada suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. 
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. "Stop! Stop!" aku berteriak. Tetapi orang itu berkata "Belum!" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. "Stop!Stop!" teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. "Panas! Panas! " teriakku dengan keras. "Stop! Cukup!" teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "Belum!". Akhirnya ia mengangkatku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh… ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. "Stop!Stop!" aku berteriak.
Wanita itu berkata, "Belum!" lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. "Tolong! Hentikan penyiksaaan ini!" sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagiNYA untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-NYA. 
"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila anda jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. "Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil hati, karena DIA sedang membentuk anda. Proses pembentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.

Rabu, Agustus 12, 2009

PENYESALAN


Seorang pemuda sebentar lagi akan diwisuda dan menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.


Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak tunggal dan ayahnya sangat sayang padanya. Hingga dia sangat yakin, pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke semua teman-temannya.


Saatnya pun tiba, selesai wisuda dengan langkah tegap dia melangkah menuju ke arah ayahnya. Sang ayah tersenyum dan dengan berlinang air mata penuh keharuan ayahnya berkata, " NAK, aku bangga akan dirimu dan aku sangat mengasihimu." Tak lama kemudian, ayahnya menyodorkan sebuah bingkisan dan bukan sebuah kunci seperti yang diharapkan anaknya.Dengan hati yang kecewa sang anak menerima bingkisan itu dan dengan sangat kecewa dia membukanya.

Di balik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang bersampulkan kulit asli. Di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaaaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku ?" Lalu dia membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya kaget, berdiri terpaku menatap nanar kepergian anaknya. Tidak percaya akan sikap anak kesayangannya itu.


Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan keahliannya, dia berhasil menjadi orang terpandang. Memiliki rumah mewah,istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya tinggal dalam kesendirian, sakit-sakitan dan semakin renta.

Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dirinya dan tak pernah berhubungan lagi. Ayahnya berharap suatu saat dapat bertemu dengannya walau hanya untuk sekejap mata. Betapa hatinya rindu untuk berkata bahwa dirinya sangat mengasihi anak itu. Jauh dalam lubuk hati si anak pun sebenarnya menyimpan kerinduan yang sangat dalam ke pada ayahnya. Namun saat pikirannya kembali melayang pada peristiwa wisuda itu, serta merta hatinya kembali mengeras dan menjadi dingin.


Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitahukan bahwa ayahnya telah meninggal dunia dan mewariskan semua hartanya itu kepada dirinya. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, dia teringat akan semua kenangan indah saat masih tinggal bersama ayahnya. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jahat terhadap ayahnya. Saat dia menelusuri satu persatu satu barang yang ada di rumah tersebut, matanya tertumbuk pada sebuah brangkas milik ayahnya.

Hatinya terkejut saat mendapati sebuah Kitab Suci yang masih tersimpan rapi pemberian ayahnya saat dia di wisuda. Dengan airmata berlinang, dia memungut KITAB SUCI itu dan membukanya perlahan-lahan.

Segera matanya mengenali tulisan ayahnya yang tertera di lembar pertama,"Sebaik-baik manusia adalah bila mereka menjadi orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Tuhan adalah Maha Kaya yang memiliki semua yang ada di dunia ini."



Selesai membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang nya.
Dia memungutnya, tenyata sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan !

Secepat kilat, dia membuka halaman terakhir kitab itu dan menemukan STNK serta surat-surat lainnya. Namanya tertera dengan jelas dan sebuah kwitansi
pembelian mobil. Tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu. Bergegas dia berlari menuju garasi. 

Apa yang dia temukan membuat hatinya berdesir dengan kencang. Di hadapannya terbentang sebuah mobil yang tertutup debu tebal dan sangat kotor. Walaupun demikian, dia masih dapat mengenalinya, itu adalah mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongokkan kepalanya ke dalam. Bagian dalam mobil itu masih baru, jok mobil dan setirn masih terbungkus plastik dengan rapi dan di atas dashboard ada sebuah foto ayahnya yang tersenyum dengan bangga.

Mendadak kakinya
lemas dan terjatuh di samping mobil itu. Air matanya mengalir dengan deras tidak terbendung, menyesali kebodohannya selama ini. Hanya karena keegoisan ,dia telah mengabaikan ayahnya dan membuat ayahnya meninggal dalam kesendirian.



KEHILANGAN SEBUAH BENDA SEKALIPUN BENDA ITU SANGAT MAHAL, TIDAK SEBESAR PENYESALAN SAAT KITA KEHILANGAN ORANG YANG SANGAT KITA KASIHI KARENA KITA BELUM MELAKUKAN YANG TERBAIK BAGI DIRINYA




Selasa, Maret 17, 2009

HOME SWEET HOME


Written by: liesye herlyna 

Suatu hari 4 orang sahabat bertemu di suatu kafe dan terlibat perbincangan serius. Katakanlah nama mereka KLEIV, KEVIN, KEISHA, KEIRA. (maaf kalau ada nama yang sama red)

KLEIV : “Hi fren, kita kan sudah sobatan lama banget neh, sejak jaman SD sampai kita udah pada punya kerjaan mapan kaya gini.” Apa kalian gak cape dan bosen, kalo tiap kita ketemuan harus di kafe ato di resto. Teman-teman kita juga banyak dan tiap mau ketemuan sama mereka kita harus mencari tempat yang luas dan besar. Kenapa kita gak bikin rumah singgah gitu. Dimana kita punya tempat untuk ketemuan, saling sharring dan pastinya makan-makan gitu."

KEISHA : “ Hmmm…gud idea, aku setuju banget tuch. Kenapa gak dari dulu-dulu aja yaa… kita bikin. Daripada ngabisin duit buat ke kafe atau resto. Mending buat rumah singgah yang kita ciptakan hommy banget. Supaya orang yang datang, merasa betah dan kerasan di sini. Kita bisa buat masakan khas rumah singgah kita. Pokoknya kita buat HOME SWEET HOME deh.”

KEIRA : “SETUJUUUUUU…… banget.” Rumah singgah ini kita beri nama HOME SWEET HOME. Ayo kita cari tempat dan kita investasi di sana. Kita kelola bersama, suka duka kita tanggung bersama. Segala keputusan harus diputuskan bersama dan tidak ada yang namanya pemimpin, setiap orang harus menghargai keputusan bersama.

KEVIN : (yang pada dasarnya pendiam, hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum berkata) “ Aku setuju, kapan kita akan mewujudkannya ?”

KLEIV yang seorang arsitek, KEVIN yang menyukai pertamanan, KEISHA yang mendesain interior dan KEIRA yang suka masak, bahu-membahu menbangun rumah singgah itu. Masing-masing bekerja sesuai dengan keahliannya dan menghormati rekan sekerjanya.

6 BULAN KEMUDIAN
Rumah singgah HOME SWEET HOME ini telah selesai dibangun dan di buka untuk umum. Apa yang disediakan rumah ini bagaikan magnet yang menarik orang-orang untuk datang dan tinggal disana, mereka saling berinteraksi dan membangun hubungan satu sama lain layaknya suatu keluarga besar. Suasana rumah yang penuh kehangatan, kasih sayang dan penerimaan membuat mereka merasa betah tinggal di sana. 


Ada satu ruangan yang menjadi tempat favorit yaitu dapur. KLEIV sengaja membuat dapur yang sangat luas lengkap dengan meja makan dan peralatannya, supaya setiap orang bisa langsung mendapatkan makanan yang fresh from oven. KLEIV percaya bahwa suatu hubungan dapat terjalin dengan baik saat ada komunikasi dan tempat yang tepat adalah meja makan hubungan terbaik dibangun saat sedang makan.

Dengan tersenyum lebar dan saling bergandengan tangan, salah seorang berkata “ Rumah singgah ini harus tetap ada sampai kapanpun, sampai anak cucu kita turun temurun. Karena rumah singgah ini sudah menjadi berkat bagi banyak orang.” (dalam diam, mereka meng AMIEN kannya).

TAHUN DEMI TAHUN BERLALU
KLEIV makin sibuk dengan pekerjaannya yang membawahi beberapa perusahaan, KEIRA sudah pindah ke luar negeri mengembangkan kariernya, KEISHA yang menjadi wanita karier dan ibu rumah tangga, KEVIN yang memutuskan untuk sekolah lagi, membuat mereka sudah tidak fokus lagi di rumah singgah. Lambat laun, rumah singgah ini menjadi sunyi, sudah tidak ada lagi gelak tawa, sudah tidak ada lagi dapur yang senantiasa menyediakan hidangan fresh from oven, sudah tidak ada lagi suasana hangat yang selalu mereka nantikan dari rumah ini. Yang ada hanya suasana dingin, kaku dan suram.

Satu demi satu meninggalkan rumah ini dan mencari rumah lain yang mampu menampung mereka. Hingga akhirnya, rumah ini dibiarkan tidak terurus, kosong melompong dan tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Hingga suatu hari, sekelompok muda-mudi tak sengaja melihat rumah ini dan tertarik pada tulisan di pintu masuk.

CELINE : “ Hi lihat papan rumah ini, disini bertuliskan HOME SWEET HOME, tapi mengapa keadaannya tidak terurus seperti ini. Yo.. kita coba cari tahu apa yang terjadi. Sayang sekali kalau rumah ini, tidak terurus.

“AYO” sahut yang lain

Setelah tanya kesana kemari, didapatkan lah informasi yang tepat dari seorang lelaki tua diujung jalan. Lelaki tua itu bercerita bahwa dia sebenarnya tukang kebun di rumah singgah itu. Sejak ditinggal pergi oleh semua penghuninya, rumah itu menjadi rusak dan tidak terurus. Sesekali dia masih berkunjung ke rumah itu untuk memeriksanya supaya tidak disalah gunakan.

CELLO : “Wah..sayang sekali yaa… hm… bagaimana kalau kita membangun kembali rumah singgah itu. Kita teruskan cita-cita pendahulunya. Kita wujudkan impian mereka, tentunya harus kita beri sentuhan yang baru sesuai dengan jaman sekarang. Gimana temen-temen ? “

CELINE : “Hmmmm… boleh juga tuch omongan kamu, OK aku setuju. Gimana yang laen ?”

CINDY : “ Asyik… rumah beneraaan neh.... seperti rumah-rumah yang ada di tipi-tipi (tivi red). Ada dapur, ada kamar, ada kebon yang gede, wow… asyik….setuju…..”

CECIL : “ Wow......rumah……boo… rumah beneran.”

LELAKI TUA : “Nak, bapak berikan kunci rumah itu dan sekarang adalah milik kalian. Lakukanlah apa yang menurut kalian baik. Bapak percaya kalian mampu mewujudkan impian dari para pendahulu kalian. Tugas bapak sudah selesai, sekarang adalah tanggung jawab kalian.”

Serempak muda-mudi ini mengucapkan terima kasih kepada lelaki tua itu atas kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Mereka berjanji untuk membangun, memelihara dan mengembangkan rumah singgah ini sehingga benar-benar menjadi rumah singgah yang layak huni. Dari bapak tua itu, mereka belajar perlunya regenerasi supaya keberadaan rumah singgah ini tetap ada sepanjang masa.
 

PS: sampai sekarang rumah singgah itu sedang dibangun dan selalu dibangun. Pintu rumah akan selalu terbuka bagi siapapun yang datang, walaupun hanya sekedar untuk melihat-lihat, hanya untuk makan, atau hanya untuk bertemu dengan rekan-rekan yang baru. Rumah singgah memang tidak mampu memberikan semua yang anda inginkan tapi kami akan berusaha menyediakan semua yang anda butuhkan.

Kami memang tidak dapat memberikan uang yang banyak, tempat yang mewah, suasana hingar bingar seperti yang anda inginkan. Kami juga tidak dapat menghindari adanya perselisihan atar sesama anggota. Namun kami menyediakan sebuah tempat yang nyaman untuk anda bernaung dari hujan air mata, dari tekanan masalah, dari pergumulan hidup. Di rumah singgah ini, anda akan menemukan arti sebuah keluarga yang seutuhnya, tempat untuk saling melayani dan menghormati satu sama lain.

Dimanapun anda berada, bukalah rumah-rumah singgah yang membawa atmosfir kehidupan dan HOME SWEET HOME

TUHAN memberkati ! (lies)