Tampilkan postingan dengan label relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label relationship. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 16, 2010

PERNIKAHAN ADALAH SEKOLAH CINTA


Bertahun-tahun yang lalu, aku berdoa kepada TUHAN untuk memberikan pasangan hidup.

TUHAN : "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya.”

Tidak hanya meminta, aku pun menjelaskan kriteria pasangan yang diinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai, sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Dan tak lupa menyodorkan nama-nama orang yang aku sukai. Sejalan dengan berlalunya waktu, daftar kriteria pasangan hidup semakin bertambah banyak.

Suatu malam TUHAN mengajakku berbicara;

TUHAN : "Hamba-KU, AKU tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Aku:  "Mengapa TUHAN?"

TUHAN menjawab, "Karena AKU adalah TUHAN dan AKU adalah KEADILAN. AKU adalah KEBENARAN dan segala yang AKU lakukan adalah benar."

Aku : "TUHAN, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperolehnya?"

TUHAN : "Anak-KU akan akan menjelaskannya kepadamu, adalah suatu ketidak adilan dan sangat tidak benar bila AKU memenuhi semua permintaanmu. Karena AKU tidak dapat memberikan sesuatu hal yang memang tidak diperuntukkan untukmu. Sangatlah tidak adil, bila AKU memberikanmu pasangan hidup, seorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu sedangkan engkau adalah orang yang egois dan mementingkan diri sendiri.  Atau AKU memberikan kepadamu pasangan hidup seorang yang pemurah namun engkau adalah orang yang tidak memiliki belas kasihan terhadap sesama. Dan tidaklah mungkin aku memberikan kepada seseorang yang punya hati begitu lembut dan rendah hati namun engkau seseorang yang tinggi hati dan keras kepala.  

Adalah lebih baik, jika AKU memberikan kepadamu seseorang yang AKU tahu dapat mengeluarkan segenap potensi yang tersembunyi dari dalam dirimu. Pasangan hidupmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.  

Pernikahan adalah seperti sekolah, memerlukan waktu dan kerja keras untuk jangka panjang. Pernikahan sebuah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan hanya bertujuan untuk saling menyenangkan satu sama lain. Menjadikan kalian manusia yang lebih baik dengan membentuk sebuah team work. AKU tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau pun tidak sempurna namun AKU memberikanmu pasangan hidup yang seimbang dan sepadan.


PESAN
Untuk yang sedang mencari pasangan, akan menikah, baru menikah dan sudah lama menikah, perhatikanlah hal ini. Saat engkau menjatuhkan pilihan pada seseorang untuk menjadi pendampingmu, jagalah hatinya. Jangan biarkan dia terluka oleh sikapmu. Hargailah dia, sama seperti engkau menghargai dirimu sendiri.

Jika engkau kamu memiliki seseorang, terimalah dia apa adanya. Janganlah engkau sedemikian mengaguminya sehingga engkau menjadi buta akan cinta dan tidak mampu berfikir dengan jernih lagi. Pasangan kita adalah manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Bila suatu hari dia melakukan kesalahan, engakau tidak akan kecewa dan lebih mudah untuk memaafkan. Dengan demikian hubungan kalian akan tetap terjaga dengan baik.

Saat engkau bertemu dengan seseorang yang bisa diajak berbagi baik suka maupun duka, seseorang yang menerimamu apa adanya dan mendorong engkau ke arah perubahan yang positif. BERJALANLAH BERSAMANYA! Kesempurnaan hanya dapat diraih melalui sebuah proses dan berjalannya waktu.  
with a warm love from GOD! (lyn-16062010)

Rabu, Mei 12, 2010

KOPI ASIN

Laki-laki itu datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. 

Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. 

Tak lama kemudian, mereka berdua duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimana harus memulai sebuah percakapan. Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, "Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku?" 

Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. 

Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, "Bagaimana kau bisa mempunyai hobi yang aneh ini?" 

Laki-laki itupun menjawab, "Ketika aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana."Ia mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya sangat sedih. 

Gadis itu berpikir, "Apa yang diceritakan oleh laki-laki tersebut adalah ungkapan isi hatinya yang terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia, peduli dengan rumah dan bertanggung jawab terhadap seisi rumahnya". 

Maka gadis itupun mulai bercerita tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya dan keluarganya. Tak berapa lama, merekapun berpacaran. Gadis itu menemukan semua yang dia inginkan di dalam diri laki-laki tersebut. 

Laki-laki itu begitu toleransi, baik hati, hangat dan penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik, sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita, merekapun menikah dan hidup bahagia. Setiap kali, ia selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya karena ia tahu suaminya sangat menyukai kopi asin. 

Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah suaminya. Ia meninggalkan surat kepada istrinya, "Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama aku hidup. Inilah satu-satunya kebohonganku padamu, yaitu tentang "kopi asin". Ingatkah engkau pertama kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu gugup untuk memulai percakapan kita. Karena kegugupanku, aku akhirnya meminta garam padahal yang aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku banyak kali aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya, sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah berbohong kepadamu untuk apapun juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya. Kini aku sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan untuk mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku tidak suka kopi asin. Rasanya aneh dan tidak enak. Selama hidupku aku baru meminum kopi asin sejak aku mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal untuk apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau merupakan kebahagiaan terbesar yang pernah aku miliki selama hidupku. Jika aku dapat hidup untuk kedua kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi". 

Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya. Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya kopi asin itu?" "Sangat enak", jawabnya. 

Kita selalu berpikir bahwa kita sudah mengenal pasangan kita lebih dari orang lain mengenal mereka. Tetapi mungkin saja ada hal-hal tertentu yang tidak kita ketahui di mana pasangan kita telah rela meminum "kopi asin" (salty coffee) dengan membuang ego, kesombongan, kesenangan dan hobinya untuk menjaga keharmonisan hubungan kita dengannya. Ya, begitulah caranya mengasihi dan mencintai. Bukan menuntut, tetapi berkorban. Membuang kebencian dan mengasihi lebih lagi, menyebabkan rasa garam lebih enak daripada rasa gula.

MAAFKAN DAN AMPUNILAH


Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar wajah temannya. Orang yang di tampar, merasa sakit hati, tanpa berkata-kata dia berjongkok dan menulis di atas pasir: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dan memutuskan untuk membasuh tubuh mereka disana. Saking asyiknya berenang, tanpa disadari orang yang wajahnya ditampar tadi terjatuh ke dalam palung yang dalam dan hampir mati tenggelam. Melihat hal ini dengan segera sang sahabat berenang mendekat untuk menolongnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia mencari sebuah batu besar dan menuliskan: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Melihat hal ini, sahabatnya merasa aneh dan bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan setelah aku menolongmu, kamu menulisnya di batu?"

Seraya tersenyum, sahabatnya berkata, "Ketika seseorang melukai hati kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf dan pengampunan itu berhembus dan menghapuskan semua tulisan itu. Dan bila sebuah kebaikan kita terima, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."


PESAN :
Begitu mudah kita memutuskan sebuah pertemanan “hanya” karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan.  Satu sakit hati memiliki dampak yang sangat besar untuk merusak sebuah kehidupan dibandingkan dengan puluhan bahkan mungkin ratusan kebaikan. Alangkah baiknya bila kita menyimpan kebaikan dan memilih untuk memaafkan dan mengampuni semua orang yang telah menyakiti hati kita.

Jumat, April 30, 2010

APA YANG KAMU LIHAT


Pada zaman dahulu, hiduplah Cyrus yang merupakan Raja Persia yang terkenal dan Cagular yaitu kepala suku yang terus menerus melakukan perlawanan terhadap pasukan Cyrus dan bertekad menguasai Persia.

Singkat cerita, Cyrus mengumpulkan seluruh kekuatan pasukannya, mengepung daerah kekuasaan Cagular dan berhasil menangkapnya beserta keluarga. Mereka dibawa ke ibukota kerjaan Persia untuk diadili.

Pada hari pengadilan, Cagular dan istrinya dibawah ke sebuah ruangan. Kepala suku itu berdiri menghadap singgasana, tempat Cyrus duduk dengan perkasanya. Cyrus tampak terkesan dengan Cagular. Ia telah mendengar banyak tentang kegigihan Cagular.

“Apa yang akan kau lakukan bila aku akan menyelamatkan hidupmu?” Tanya Cyrus.

“Yang Mulia”, jawab Cagular. “Bila Yang Mulia menyelamatkan hidup hamba, hamba akan kembali pulang dan tunduk patuh pada Yang Mulia sepanjang umur hamba."

“Apa yang akan kau lakukan bila aku akan menyelamatkan hidup istrimu?” Tanya Cyrus lagi.

“Yang Mulia, bila Yang Mulia menyelamatkan hidup istri hamba, hamba bersedia mati untuk Yang Mulia” jawab Cagular.

Cyrus amat terkesan dengan jawaban Cagular sehingga membebaskan dia dan istrinya. Bahkan ia mengangkat Cagular menjadi gubernur yang memerintah di provinsi sebelah selatan.

Dalam perjalanan pulang, Cagular dengan penuh antusias bertanya kepada istrinya, “Istriku, tidakkah kau lihat pintu gerbang tadi? Tidakkah kau lihat koridor ruang pengadilan tadi? Tidakkah kau lihat kursi singgasana tadi? Itu semua terbuat dari emas murni. Gila!!!”

Istri Cagular terkejut mendengar pertanyaan suaminya, tetapi ia menyatakan, “Aku benar-benar tidak memperhatikan semua itu”.

“Oh, begitu! Tanya Cagular terheran-heran, “Aneh, lalu apa yang kau lihat tadi?”

Istri Cagular menatap mata suaminya dalam-dalam. Lalu ia berkata, “Aku hanya melihat wajah seorang pria yang mengatakan ia bersedia mati demi hidupku."


Jadi, apa yang anda lihat? 
Apa yang anda lihat hanya kesenangan duniawi semata? 
Apa yang anda lihat hanya kemewahan? Apa yang anda lihat itu seseorang yang benar-benar berarti dalam hidup anda?


Yesus sama seperti Cagular, Dia bersedia bahkan sudah mati untuk kita, kita pun harus melihat padaNya dengan sepenuh hati.


With a warm love from GOD ! (lyn -29042010)


Minggu, April 25, 2010

KASIH SAYANG


Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. 

Dia membayar sopir bus lalu dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. 

Kemudian ia duduk, meletakkan tasnya di pangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.           

Setahun sudah lewat sejak Susan, tiga puluh empat, menjadi buta.

Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar ke dunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustasi, dan rasa kasihan pada diri sendiri.  Sebagai wanita yang sangat independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya, dan menjadi beban bagi semua orang disekelilingnya.

"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku ?" dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. 

Tetapi, betapa pun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan “penglihatannya takkan pernah pulih lagi.”      

Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus. 

Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekat untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.           

Akhirnya, Susan merasa siap bekerja lagi.

Tetapi, bagaimana dia akan bisa sampai ke kantornya ? 

Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak di pinggir kota yang berseberangan.

 Mula-mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa  melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru, membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal.

“Susan harus belajar naik bus lagi” 

Mark menyimpulkan dalam hati. Baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan, telah membuatnya merasa tidak enak. Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. 

 “Bagaimana reaksinya ”  persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi.

"Aku buta !" tukasnya dengan pahit. 

"Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi ? Aku merasa kau akan meninggalkanku." 

Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri. 

Dan itulah yang terjadi, selama dua minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari.   Dia mengajari Susan bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan satu kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung waktu turun dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus.

Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya. Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama. Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa di kawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya. Wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan pernah menyerah.  

Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin, sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya satu bus dan sahabatnya yang terbaik.   Matanya berkaca-kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark. Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya mereka pergi ke arah yang berlawanan.

Senin, selasa, rabu, kamis….

Setiap hari dijalaninya dengan sempurna.

Belum pernah Susan merasa sepuas itu. 

Dia berhasil ! 

Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. 

Pada hari jum'at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata. "Wah, aku iri padamu.”

Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak.

Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untuk menjalani hidup ?

Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir itu, "Kenapa kau bilang kau iri kepadaku ?" 

Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu di lindungi dan di jagai seperti itu ?"

Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya, "Apa maksudmu ?"

"Kau tahu, minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang sangat beruntung", kata sopir itu.

Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya.

Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk menyakinkan diri, hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan.   


With a warm love from GOD ! (lyn - 25042010)

Minggu, November 01, 2009

RAJA DAN EMAS



Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yang baik hati ini ingin memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang tidak.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari segala penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat amati benda-benda itu. Waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan & setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama antara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini ?"

Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu."

Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya ? Sedangkan waktumu sangat terbatas.

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis."

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yang kau cari di sini. Bukankah engkau sudah lebih dari cukup ?

Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. "

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini ? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu ? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu ? Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain ?"

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku ?"

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan, saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yang emas & mana yang kuningan. Tetapi hati saya memilih emas ini, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu."

"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi.

"Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yang tahu mana yang emas & mana yang kuningan, mana yang 1 karat & mana yang 24 karat. Tetapi satu hal yang saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yang lebih penting." Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu ?"

"Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan."

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil."

"Tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarnya sekarang selagi masih ada waktu ?" tanya prajurit lagi.

"Saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya menukar emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni."

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri di tempat yang tinggi sambil berkata,"Wahai rakyatku yang kukasihi. Semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja."

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama 1 ½ hari aku memberikan waktu kepada kalian untuk memilih, merenungkan dan memutuskan mana yang akan akan kalian pilih. Aku menunggu kalian untuk menanyakan perihal emas itu, namun sayang sekali, hanya 1 orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya. "Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari
pasangan hidup :


1. BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (setengah hari untuk memilih)
Memilih memang boleh, tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa
emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.


2. BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (setengah hari untuk merenungkan)
Mungkin pertama kali anda mengenalnya, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar sana, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya belum tentu waktu kita melepaskannya, kita akan mendapatkan yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia sebenarnya. Karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan dan menyelaraskan hati.


Anda bersamanya, begitu anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal bagaimana anda menerimanya. Anda mampu menerimanya atau tidak, anda mengusahakan perubahannya atau tidak.  "CINTA SELALU BERJUANG"  Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta anda. Justru jika dalam tahap ini anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan anda (tidak pernah bertengkar mungkin) anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan anda.

Yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. BAGI YANG TELAH MENIKAH (setengah hari untuk memutuskan)
Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan.

Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan anda dan DIA yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi ? Ingatlah si dia adalah hadiah, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas anda. Jadi peliharalah pasangan anda sebagaimana hadiah terindah yang telah TUHAN berikan. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan anda berkomunikasilah dengan Tuhan, karena DIA yang memiliki hati setiap manusia .



Kamis, Oktober 22, 2009

MENCINTAI TANPA SYARAT


JOHN dan JESSICA telah berumah tangga selama 7 tahun. Mereka saling mencintai, namun sejak awal JESSICA menutupi semua perasaan cintanya terhadap JOHN. Ia begitu takut apabila JOHN mengetahui betapa ia mencintai pria itu, JOHN lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini. 

Tapi tidak bagi JOHN, ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada JESSICA dengan tulus dan begitu terbuka. Setiap saat ketika bersama JESSICA, JOHN selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat terakhirnya. 

JESSICA selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap JOHN. Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta JOHN terhadapnya. JESSICA selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan di luar batas kepada JOHN. Meskipun di dalam hati kecilnya, JESSICA tahu hal itu salah. Namun melihat sikap JOHN yang tetap berlaku baik kepadanya membuat JESSICA tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yang dinikahinya itu. 

TAHUN PERTAMA 
JESSICA bangun siang. Dia tidak sempat menyiapkan sarapan. Namun JOHN tetap tersenyum dan mengatakan, “Tidak apa-apa, nanti aku bisa sarapan di kantor.” Saat pulang dari kantor, JOHN menemukan bahwa istrinya telah memasak makanan yang tidak disukainya. Meskipun demikian, JOHN tetap tersenyum dan berkata, “ Wah, sepertinya sekarang sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan. Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang. Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya.” Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa. 

Malam-malam saat istrinya telah terlelap, John memanjatkan doa, ”TUHAN, di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap bersamanya di meja makan sambil membicarakan betapa indahnya hari ini. Saat di mana kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri. Tapi tidak apa-apa, TUHAN, karena sepertinya istriku sangat kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam. 

Bantulah kekasih hatiku ini, agar dia memiliki tenaga yang cukup untuk menghadapi hari-hari baru bersamaku. TUHAN, Engkau tahu, aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik. Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu. Mampukan aku untuk menghargai semua hal yang dilakukan istriku. TUHAN jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meskipun hal itu tidak mengenakkan bagiku.” 

TAHUN KEDUA 
John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama. Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri. Sore hari sepulang kantor, John mengajak istrinya berjalan-jalan ke taman sambil menghiurp udara sore. Dengan penuh keengganan, Jessica akhirnya mengikuti keinginan JOHN, mengenang masa-masa mereka berpacaran dulu. Namun ketika tangan JOHN hendak merangkulnya, serta merta JESSICA menepisnya seraya berkata, “Jangan John, aku malu.” John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti.” Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun ia mengabaikannya. 

Malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doa, ”TUHAN, ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat pada-MU pagi hari ini. Mungkin dia kurang tidur karena banyak hal yang harus dia pikirkan. Tapi aku yakin Tuhan, besok Jessica pasti mau bersama-sama denganku bercakap-cakap dengan Engkau. TUHAN, aku sedih saat Jessica menolak rangkulanku, padahal aku ingin sekali menyatakan rasa sayangku kepadanya. Tapi tidak apa-apa TUHAN, mungkin saat itu dia perasaannya sedang sensitive. Mampukan aku untuk melihat suasana hatinya, TUHAN.” 

TAHUN KETIGA 
Kini mereka memiliki seorang putra bernama MARK. JESSICA sekarang tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca buku sebelum tidur bersama JOHN. JEESSICA semakin sering menolak ciuman JOHN dan memarahi JOHN habis-habisan suatu hari ketika JOHN lupa mencuci tangan saat akan menggendong MARK. JESSICA tahu hal itu membuat John terpukul, namun idealismenya terhadap keadaan MARK membuat Jessica mengabaikan perasaan John yang terluka. 

Malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya, ”TUHAN, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini. Semenjak kelahiran MARK, aku begitu banyak kehilangan waktu untuk bercengkrama bersama istriku. aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur. Tapi tidak apa-apa,mungkin istriku begitu capek mengurusi anak kami seharian. TUHAN, biarkan dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, karena aku begitu mencintainya. TUHAN, sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark. Aku sangat kangen pada MARK, sehingga aku lupa untuk menjaga kebersihan tubuh. Dan aku sangat terluka oleh perkataannya itu. Tapi tidak apa-apa TUHAN, mungkin dia kelewat sayang dengan anak kami sehingga dia menjaganya dengan sangat telaten.” 

TAHUN KEEMPAT 
Jessica lupa bahwa hari ini adalah ulang tahun JOHN dan lupa untuk membuat kue kesukaa JOHN BLACKFOREST dengan taburan coklat dan cherry diatasnya. Saking terburu-burunya, JESSICA lupa bahwa dia harus menyiapkan pakaian suaminya, sehingga suaminya harus mempersiapkannya sendiri. 

Malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya. “Tuhan, kali ini JESSSICA lupa membuatkan kue BLACKFOREST kesukaanku. Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu, menikmati kue buatannya, membuatku bersyukur bahwa aku memiliki istri yang pandai memasak. .Namun tahun ini aku tidak mendapatinya, tapi tidak apa-apa. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciumannya. Ampuni aku TUHAN, apabila tadi pagi aku lupa memberikan senyum kepada istriku. Aku sibuk menyetrika baju dan memikirkan pekerjaanku di kantor. Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. 

Jangan biarkan aku melampiaskan emosi kepadanya, sebagai akibat keterlambatanku dan dampratan atasanku. TUHAN, istriku mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini. Lagipula, sepatuku begitu mengkilap. Aku yakin istriku sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi, terima kasih untuk kebaikan istriku, TUHAN.” 

TAHUN KELIMA 
JESSICA menampar dan menyalahkan JOHN karena MARK sakit dan harus dirawat di rumah sakit sepulang mereka berenang. JOHN terlalu asyik bermain-main dengan MARK, sehingga tidak menyadari betapa MARK sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang. JESSICA mengancam akan meninggalkan JOHN apabila terjadi sesuatu dengan anak mereka. JESSICA melihat genangan air mata di mata JOHN, namun kekerasan hati telah membutakan matanya. 

JESSICA tidak tahu, bahwa saat itu John pergi ke kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis, “TUHAN, tadi JESSICA menamparku karena aku lalai menjaga MARK sehingga dia sakit. Belum pernah istriku bersikap dan berkata sekasar itu, TUHAN. Tapi tidak apa-apa, dia benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap seperti itu. TUHAN, jujur, aku sangat terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau, tahu, ia adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan hal itu terjadi, TUHAN. Dia sangat dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya kepadaku. Tolong kami berdua TUHAN, supaya kami mampu bersikap tenang. Sembuhkanlah putera kami, MARK, agar dia sembuh dan kembali ceria untuk bermain bersama teman-temannya.” 

TAHUN KEENAM 
JESSICA semakin menjaga jarak dengan JOHN, setelah kehadiran REBECCA, puteri mereka. JESSICA tidak pernah lagi menemani JOHN makan malam karena harus menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan. JESSICA juga menjual kalung berlian pemberian JOHN hadiah ulang tahun pernikahan mereka dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru. 

Ketika JOHN mengetahui hal itu, betapa sangat marahnya dia namun dia berusaha untuk menahannya. Melihat respon suaminya, JESSICA berkata, “JOHN, itu khan hanya kalung berlian biasa, lagipula aku tidak menjualnya. Aku menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru. 

Malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya, ”TUHAN, aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica disampingku. Aku ingin meluapkan perasaanku kepadanya, bercerita, tertawa dan bersenda gurau bersamanya. Itulah penghiburanku untuk melepaskan kepenatan setelah seharian bekerja di kantor. Tapi tidak apa-apa, TUHAN, REBECCA lebih membutuhkan perhatiannya lebih daripadaku. Lagipula, masih ada MARK yang menemaniku. TUHAN, tolong aku, untuk tidak memendam sakit hati karena JESSICA telah menjual kalung pemberianku. Sekian lama aku menabung dan bekerja ekstra demi seuntai kalung itu. hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku. .Ampuni aku apabila tadi aku sangat marah kepadanya.” 

TAHUN KETUJUH 
Suatu hari JESSICA lupa untuk membelai dan mencium kening JOHN, sebelum berangkat kerja. Padahal JESSICA tahu, selama ini apabila dia lupa melakukannya, JOHN akan selalu kembali ke rumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman mesra istrinya. JOHN tidak akan bisa tenang bekerja bila JESSICA belum melakukan hal itu kepadanya. Memang JESSICA, tidak pernah mengucapkan kata I LOVE YOU kepadanya selama ini, namun belaian dan ciuman di kening, itu sudah cukup bagi JOHN. 

Sebuah peristiwa naas terjadi hari itu, karena memikirkan sikap JESSICA, JOHN hilang kendali, hingga akhirnya mengalami kecelakaan dan pendarahan hebat. JOHN tidak sadarkan diri saat itu juga. Mendengar berita ini. JESSICA sangat terguncang dan terpukul. Ia belum siap untuk kehilangan JOHN, seseorang yang sangat teramat dia cintai. JOHN yang selalu ada disampingnya, selalu siap menemani kemanapun ia hendak pergi. JOHN yang selalu tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. JOHN yang selalu mengucapkan kata I LOVE YOU dimanapun mereka berada. 

JESSICA tak pernah sedikitpun beranjak dari samping ranjang JOHN atau mengalihkan tatapannya dari wajah JOHN yang terlihat kuyu dan pucat. JESSICA menggenggam erat tangan JOHN seraya membisikkan kata I LOVE YOU terus menerus kepada suaminya. Dalam keadaan setengah tertidur, JESSICA merasa dirinya dibawa terbang dan tiba disuatu tempat yang dia kenali itu adalah rumahnya dan kamar tidurnya. 

JESSICA melihat setiap malam yang JOHN lewatkan untuk berdoa bagi dirinya. Tanpa sadar, air matanya menetes demi melihat ketulusan dan rasa cinta JOHN yang sangat besar kepada dirinya. JOHN tidak pernah marah atas semua sikapnya selama ini yang terbilang sangat kurang ajar. Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri. 

Tak tahan melihat semua itu, JESSICA menangis tersedu-sedu dengan penuh penyesalan dan berseru, “TUHAN, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan rasa cintaku kepadanya. TUHAN, beri aku kesempatan untuk minta maaf dan melayaninya dengan kasih sebagaimana layaknya seorang istri melayani suami.” 

JESSICA merasakan sebuah gerakan kecil di tangannya. Lamat-lamat ia membuka mata yang tergenang oleh air mata. JESSICA menemukan sebuah tatapan penuh pancaran kasih dari mata suaminya. “Kamu begitu lelah, sayang. Maafkan aku yang tidak berhati-hati mengendarai mobil sehingga aku terluka dan membuatmu kuatir. Aku tidak konsentrasi saat itu karena memikirkan dirimu bahwa kamu lupa untuk mengatakan I LOVE YOU padaku.” 

Belum selesai JOHN berbicara, seketika itu juga JESSICA langsung ambruk di dada JOHN sambil menangis keras. “Maafkan aku, JOHN……maafkan aku…..I LOVE YOU…..I REALLY LOVE YOU….. KAULAH MATAHARIKU, JOHN. Aku tidak bisa bertahan tanpamu. Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi…..I LOVE YOU, JOHN.....I LOVE YOU…” 

PESAN: 
Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti JESSICA, yang mengabaikan perasaan pasangan demi kepentingan diri kita sendiri. Jangan sampai kita kehilangan moment hanya untuk menyatakan rasa sayang kepada pasangan kita. Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti JOHN, yang mengabaikan kepentingan dirinya sendiri dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya. JOHN mengajarkan kepada kita untuk mencintai pasangan tanpa syarat.