Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 22, 2009

PIT STOP



Michael Schumacher menjadi juara dunia Formula One (F1) tujuh kali. Ia mampu memacu mobil balapnya dengan kecepatan di atas 300 km/jam, menyelesaikan puluhan lap dalam waktu yang amat cepat. Ada satu hal yang selalu ia lakukan saat berlomba, yaitu melakukan pit stop. Di pit stop itu, ia berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar, mengganti ban yang aus, dan memeriksa peralatan mobilnya. Sesaat kemudian ia pun melanjutkan lomba.

Sejarah mencatat, dalam F1 strategi pit stop tidak jarang menjadi penentu. Perhentian sesaat di pit stop itu bisa mengantar seorang pembalap meraih kemenangan. Mirip dengan kehidupan kita. Setiap hari kita menjalani berbagai aktivitas dan kerap terjebak dalam rutinitas. Tujuh hari dalam seminggu kita memacu diri kita dengan berbagai kesibukan pekerjaan, mungkin ditambah juga dengan pelayanan di gereja atau aktivitas di tempat lain. Sehingga saking sibuknya sampai-sampai kita pun kerap kali lupa hal yang sangat penting, yaitu “berhenti” sejenak.

Dalam bacaan kita, Tuhan Yesus mengetahui kelelahan para murid-Nya setelah melayani orang banyak. Dia pun lalu mengajak mereka beristirahat, menarik diri dari kesibukan. Ada saat di mana kita harus sejenak berhenti. Mengambil jeda dari kebisingan hidup. Sejenak menarik diri dari hiruk pikuk rutinitas. Mengistirahatkan bukan hanya tubuh, tetapi juga hati dan pikiran. Saat di mana kita memeriksa dan mengasah diri. Ibarat me-recharge baterai kehidupan kita. Untuk kemudian bersiap melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi. 



TANPA AKTIVITAS KITA BISA TUMPUL, TETAPI TANPA LIBUR KITA BISA AUS

KRISIS ADALAH PELUANG


BILANGAN 13:30, "Tidak kita pasti akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya." 

Sebuah keluarga mencoba untuk merintis usaha ternak ayam di desanya. Baru empat bulan berusaha, datanglah banjir dan menghanyutkan ratusan ternaknya. Sekalipun akhirnya mereka tahu bahwa desa itu daerah banjir, keluarga itu tidak patah arang. Jika banjir datang, dengan cepat mereka memindahkan kandang-kandang ayam itu ke tempat yang lebih tinggi. Mereka merasa keadaan ini adalah masalah, tetapi mereka tidak mau pindah. 

Suatu ketika desa mereka dilanda banjir bandang. Mereka berusaha memindah ayam-ayam itu secepatnya, tapi sayang banjir itu terlampau besar dan menghanyutkan seluruh ayamnya. Dalam keadaan putus asa, sang suami berkata, "

Saya sudah jera, saya tidak bisa menjual tempat ini, dan saya tidak tahu apa yang harus dilakukan." 

Tiba-tiba dengan tenang istrinya menjawab, " Beli itik saja” 

Lalu sang suami membeli itik dan ketika banjir bandang datang, itik ini masih tetap dapat berenang. Akhirnya usaha inipun berhasil karena ide sang istri. 

Tahukah kita bahwa kata "krisis" dalam bahasa CINA memiliki arti "bahaya" dan juga juga "peluang" ? 

Krisis dapat menjadi sebuah peluang jika kita mau menggunakan krisis sebagai sebuah kesempatan untuk berubah. 

Seorang penyair Yunani, Homerus, berkata, "KESUSAHAN MEMPUNYAI EFEK UNTUK MENGELUARKAN BAKAT YANG DALAM KEADAAN MAKMUR AKAN TETAP TERPENDAM." 

Kuncinya adalah tetap memiliki pandangan yang positif terhadap sebuah persoalan. Tuhan menghadirkan masalah tidak hanya supaya kita tahan uji, tetapi juga supaya kita menjadi kreatif. 

Orang yang gampang putus asa tidak akan pernah melihat sebuah krisis sebagai peluang untuk berhasil. Tetapi orang yang optimis justru akan tetap punya keyakinan bahwa krisis membuatnya belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik. 

Selalu ada peluang besar di balik sebuah masalah. Jadikan Krisis sebagai kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Selain menguji iman kita, krisis dibuat untuk membuat kita makin kreatif. 

With a warm love from GOD ! (lies-22112009)

MONYET AFRIKA



KOLOSE 3:13. "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian"
Ada sebuah teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika, Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.
Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya, untuk  mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet- monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa ?
Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang.
Kita sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya. 
Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit kepahitan yang akut. 
Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Dan kita pun akan selamat dari sakit hati jika sebelum matahari terbenam kita mau melepas semua perasaan negatif terhadap siapapun.

With a warm love from GOD ! (lies-22112009)



ADA KEKUATAN DI DALAM DIRI KITA


Ada kekuatan di dalam kasih, 
Orang yang sanggup memberikan kasih adalah orang yang kuat, Karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri. 

Ada kekuatan dalam sukacita, 
Orang yang bersukacita adalah orang yang kuat. 
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan. 


Ada kekuatan di dalam damai sejahtera, 
Orang yang dirinya penuh damai sejahtera adalah orang yang kuat. 
Karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan. 

Ada kekuatan di dalam kesabaran, 
Orang yang sabar adalah orang yang kuat. 
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan tidak pernah merasa disakiti. 

Ada kekuatan di dalam kemurahan, 
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat, 
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya. 

Ada kekuatan di dalam kebaikan, 
Orang yang baik adalah orang yang kuat. 
Karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang. 

Ada kekuatan di dalam kesetiaan, 
Orang yang setia adalah orang yang kuat. 
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi. 
Dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama. 

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan, 
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat. 
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam. 

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, 
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat. 
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian. 

Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini ? 

Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga. 

Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita

7 TIPS SUKSES DARI SALOMO










 1.     ANDALKAN BERKAT TUHAN
Amsal 3:5-6, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
2.     CARILAH PENGETAHUAN
Amsal 19:20, “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan”
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari.Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.
3.     RAJIN DAN CEKATAN
Amsal 10:4, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya”
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.
4.     BERLAKU JUJUR DAN  BENAR
Amsal 16:8, “Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan”
      Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.
5.     JAGA PEMBICARAAN
Amsal 10:19, “Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui”
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran.
6.     SABAR DAN  TENANG
Ams 16:32, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”
Hati yang sabar dan tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

7.     JANGAN INGIN CEPAT KAYA tapi DIBUAT KAYA
Amsal 13:11, “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”

Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah: Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini, Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa.  Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.


With a warm love from GOD ! (lies-22112009)

Visit my blog : myjourney-hliesye.blogspot.com






Kamis, November 12, 2009

JADILAH KUAT



Written by: liesye herlyna 
Anda lihat gambar di samping saya ini ? Coba lihat akar yang menyembul keluar dari antara bebatuan ? Apa yang anda rasakan saat melihatnya ? UNIQUE, LUAR BIASA, INDAH bukan.
Suatu hari ada sebuah benih yang terbawa oleh air hujan dan tersangkut di antara bebatuan yang keras. Benih ini tidak serta merta menyesali diri dan mengutuk diri, kenapa harus berada di tempat ini. Tempat yang keras, tidak ada air, panas, gersang, tidak ada rekan-rekan sesama tanaman dan lain-lain. Benih ini tidak menunggu hujan untuk membawanya pergi ke tempat yang sekiranya cocok untuk dia bertumbuh.  Benih ini memilih untuk tetap tinggal dan menumbuhkan akar-akarnya di tengah keterbatasan dan kekurangannya, untuk menghasilkan bunga yang mungkin hanya hidup untuk satu hari dan keesokannya menjadi layu dan dilupakan. 
Benih ini melambangkan diri kita, kita tidak dapat memilih siapa orang tua kita, dilahirkan dalam keluarga mana, ras/suku tertentu, dalam lingkungan yang penuh kasih sayang/keras, kaya/miskin, ikal/lurus, warna kulit, etc. Semuanya itu adalah keadaan external yang seharusnya tidak mempengaruhi siapa diri kita yang sesungguhnya.  
Kita semua adalah anak TUHAN dan di dalam diri kita ada benih ilahi, dimanapun kita berada dan ditempatkan, sekalipun dalam lingkungan yang tidak kondusif, tekanan yang tinggi, dan tidak mengenakkan, semua itu tidak akan berpengaruh terhadap kita.  
Sama seperti benih ini, dia tahu bahwa dia adalah benih bunga dan tugas utama dia adalah untuk menghasilkan bunga, terlepas dari segala situasi yang ada. Dia harus tetap bertahan, mampu beradaptasi sambil menumbuhkan  akar-akar dan tunas bunga dari dalam dirinya. 
Benih ini, hanya menyerap hal-hal positif dari sekelilingnya seperti sinar matahari, tanah, air, kelembaban untuk membantunya mengeluarkan tunas-tunas bunga. Benih ini tidak mengizinkan hal-hal negative di sekelilingnya membuat dia loss focus. Dia tetap bertahan, sampai akhirnya  kuncup-kuncup bunga itu bermekaran dan menghasilkan  bunga yang berwarna warni. INDAH BUKAN !! 

BAGAIMANA DENGAN ANDA ?
Apakah anda akan membiarkan masalah, keadaan, pergumulan menyeret anda ? 
Apakah anda akan membiarkan potensi yang telah TUHAN berikan terkubur dan tidak pernah teraktualisasikan ? 
Apakah anda akan membiarkan masa lalu terus menyeret anda ke dalam kondisi tanpa pengampunan ?
Apakah anda akan membiarkan iblis menguasai anda dan bukan TUHAN yang memerintah atas hidup anda  

SAUDARAKU,
Sadarilah,
Di dalam dirimu ada benih ilahi,
Benih yang membawa sifat dan karakter ALLAH,  sudah ada dalam dirimu,
Yang membawamu pada sebuah kekekalan.

SAUDARAKU,
Engkau adalah pemegang kunci masa depan atas sebuah kehidupan,
Jangan pedulikan apa yang terjadi di sekelilingmu,
Sekalipun berat, sekalipun sulit, sekalipun menyakitkan, sekalipun….sekalipun…..
Kuasailah segalanya dengan IMAN, PENGHARAPAN dan KASIH,
Maka engkau akan mampu menghadapi segala sesuatunya,
Engkau akan diubahkan dan memandang dengan kacamata yang berbeda dari sebelumnya,

SAUDARAKU,
Tekanan demi tekanan yang ada akan membentukmu,
Menjadikan engkau  indah,
Menjadikan engkau  berbeda,
Menjadikan engkau unique,
Menjadi alat penghiburan dan kesukaan,
Menjadi oase penyejuk hati bagi yang melihatnya.

SAUDARAKU,
Jadilah kuat dengan kekuatan tangan-NYA,
Sama seperti benih bunga yang mampu menghasilkan bunga terindah di segala situasi,
Demikian pula dengan dirimu.

II Timotius 2:1 “Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.”

With a warm love in GOD
(lies -11112009)

Minggu, November 01, 2009

BUNGA SANG KAISAR


Sumber : Media kawasan

Pada suatu waktu di Cina hiduplah seorang pria muda bernama Chang. Ia cerdas dan tulus. Lebih dari segalanya, ia mencintai bunga. Tidak ada yang lebih menyenangkannya daripada melihat bunga lilac, lili, dan peony ketika mereka mekar di musim semi. 

Di musim dingin ia menanti-nantikan munculnya bunga narcissus yang indah. Ia tidak bisa memilih sebuah bunga favorit, karena ia menyukai bunga morning glory dan evening glory, bunga delima, bunga peach, dan bunga teratai yang mengapung di kolam. Ia menikmati bunga mawar yang wangi, seruni yang kokoh, dan dahlia yang menakjubkan. 

Chang mengagumi kaisar, karena ia pernah mendengar bahwa kaisar juga mencintai bunga dan mengawasi kebun indah di taman istana. Sekarang kaisar sudah berusia lanjut. Ia tidak mempunyai putera, sehingga ia tidak mempunyai calon penggantinya. Selama bertahun-tahun ia memikirkan cara memilih seorang pria yang bisa ia angkat sebagai kaisar berikutnya. 

Pada suatu hari di awal musim semi ketika ia berjalan-jalan di tamannya, ia mendapat gagasan yang sangat bagus. Hari berikutnya, kaisar mengumumkan kepada semua pria muda di negeri itu bahwa di akhir minggu ia akan memberikan biji-biji kepada siapapun yang ingin menanam bunga. 

Kaisar mengatakan, “Siapapun yang menumbuhkan bunga terindah yang dibawa ke hadapanku akan menjadi penggantiku.” 

Ketika Chan mendengar berita itu, ia mengisi sebuah pot biru terang dengan lumut dan kompos, tanah subur dan pasir. Puas bahwa tanahnya subur dan lembab, ia membawanya ke istana. Di sana ia berdiri di dalam antrian bersama ratusan orang lain. Setiap pria muda memegang sebuah pot: ada yang besar, ada yang kecil, ada yang bulat, ada yang tinggi, ada yang ramping. Setiap orang menerima sebuah biji dari tangan kaisar sendiri. 

Chang menekan biji itu ke dalam tanah di pot dan dengan berhati-hati menutupnya dengan kain tipis untuk menjaganya agar tetap hangat. Kemudian ia bergegas pulang. Di rumah, Chang memelihara biji dari kaisar itu dengan pengabdian yang sama seperti yang ia berikan ke semua tanamannya. Ia berhati-hati untuk tidak memberi terlalu banyak atau terlalu sedikit air. Pada saat yang tepat ia memberi pupuk, dan sangat berhati-hati dalam melindunginya dari serangga, debu dan jamur, seperti semua tanaman lainnya. 

Berbulan-bulan berlalu, tanaman lainnya telah menembus tanah dan mulai tumbuh, tetapi Chang kecewa karena tida ada tunas yang tumbuh di pot birunya. 

“Ini aneh,” katanya. “Mungkin biji ini tidak membutuhkan banyak matahari.” Jadi, ia memindahkan pot ke ruangan lain, tetapi juga tidak terjadi apapun. “Mungkin ruangan ini terlalu dingin,” katanya, dan ia memindahkan pot birunya ke ruangan yang lebih hangat. Masih juga tak terjadi apapun. 

Sekarang waktu untuk menghadap kaisar sudah mendekat, dan pot biru Chang masih kosong. Setiap kali memandanginya, ia dipenuhi rasa putus asa. “Apa yang salah?” pikirnya. 

Ia mengunjungi setiap ahli perkebunan yang ia kenal, dan kepada setiap orang menceritakan kisah bijinya. Mereka semua menggelengkan kepala. Tak ada yang tahu dimana letak kesalahannya. Beberapa orang mengatakan bahwa jelas ia tidak dimaksudkan untuk menjadi kaisar. Beberapa orang lainnya mengatakan ia harus menambah tanah, atau menambah air, atau mengurangi pupuk. Beberapa orang lain mengatakan untuk melupakan keinginannya menjadi kaisar. 

Tetapi orang tua Chang mendengarkan kekuatiran anaknya dan hanya tersenyum. “Jangan kuatir, nak. Kamu sudah melakukan hal yang terbaik,” kata orang tua yang bijaksana itu. “Hanya itu yang dapat kau lakukan.” 

“Tetapi aku telah gagal,” keluh Chang ketika memandangi tanah kosong di potnya. “Sudah waktunya untuk menemui kaisar, dan aku sudah mengecewakannya.” 

“Katakan saja apa yang telah terjadi,” kata ayahnya. “Kewajibanmu hanyalah mengatakan kebenaran.” 

Pada hari yang telah ditentukan beberapa waktu kemudian, dengan hati putus asa karena kecewa, Chan berjalan ke istana. Ketika tiba, airmatanya mengalir, karena di depannya, lautan pria muda berdiri, masing-masing memegang bunga yang lebih indah dari pada orang di depannya. Bunga-bunga anggrek yang anggun, bunga lili yang halus, bunga peony yang berwarna-warni. 

Pemiliknya memeganginya dengan bangga. “Lihat punyaku!” teriak mereka sambil memegangi tanamannya tinggi-tinggi, ketika kaisar berjalan melewati kerumunan. 

Ia mengangguk senang sambil berlalu, memperhatikan bunga bell, bunga forget-me-not, bunga foxglove, bunga dari setiap warna pelangi. Chang belum pernah melihat pemandangan yang begitu indah, dan kesedihannya menguap untuk sementara waktu ketika ia menghirup aroma bunga-bungaan dan mengagumi ukuran dan bentuk bervariasi dari bunga-bunga itu. Akhirnya kaisar sampai juga di hadapan Chang. 

Chang membungkukkan kepalanya. “Dimana bungamu, pria muda?” tanya kaisar. 

Chang melihat cahaya di mata kaisar yang membuatnya terkejut. “Baginda, hamba telah mengecewakan baginda,” katanya dengan sedih. “Hamba telah merawat biji yang baginda berikan, tetapi seperti baginda lihat, hamba tak mampu menumbuhkan bunga untuk baginda. Hamba berharap baginda memaafkan hamba.” 

Tetapi wajah kaisar bersinar dengan senyum yang lebih cerah dari pada semua bunga yang ada di sekelilingnya. “Kamulah penggantiku,” kata kaisar menggenggam tangan Chang. 

“Tetapi, baginda, hamba adalah satu-satunya orang yang gagal"

Kaisar menggelengkan kepalanya. “Sebaliknya,” jelasnya, “Kamu tahu, aku telah merebus biji-biji ini sebelum aku membagikannya. Tidak satupun dari biji-biji itu yang akan tumbuh, tetapi semua orang muda lain begitu menginginkan kedudukanku sehingga mereka hanya ingin menyenangkan aku dengan keindahan bunga mereka dan dengan demikian mereka berharap mendapatkan tahtaku. Mereka tidak peduli pada kejujuran, pada kebenaran. Hanya kamu yang telah membuktikan bahwa kamu adalah pemimpin yang layak.” 

Dan begitulah, pria muda dengan pot kosong itu menjadi pengganti kaisar Cina. 

SEBUAH KEJUJURAN, KERJA KERAS DAN KESETIAAN, AKAN MENGANTAR ANDA MENUJU PUNCAK KESUKSESAN




Kamis, Oktober 22, 2009

MENJUAL SISIR PADA BIKSU



Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya,
sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.

Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan. Jika di total jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari. Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir. Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara. Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C).
Pimpinan pewawancara memberi tugas : "Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A : "Berapa banyak yang sudah anda jual ?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab : "Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang berketombe."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B : "Berapa banyak yang sudah anda jual ?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah. "Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C : "Bagaimana dengan anda ?"
Mr. C menjawab : "SERIBU buah !"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu ?"
Mr. C menjawab : "Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, “Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.” Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir !"
PESAN :
Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :
1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.

2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan
keberuntungan.


Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah. 
Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah." 
"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan ?  
HARAPAN adalah : sebuah awal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh.

Rabu, Oktober 07, 2009

SAAT MEMBERI SAAT MENERIMA


Saat engkau meneguhkan hati sahabatmu yang berada dalam ketakutan, sebenarnya saat itu engkau sedang menerima ketakutannya dan mengganti ketakutannya dengan keberanianmu. 

Saat isterimu mengandung dan memakan sesuatu, sebenarnya dia sedang memberi makan janin itu lewat tali pusarnya. Selama janin berada di dalam kandungan, kalian sebenarnya telah menerima seorang manusia yang sudah pasrah total untuk diperlakukan dengan cara apapun, entah itu mendapatkan cinta dan kasih sayang atau tidak. Itulah cara seorang janin yang berada di dalam kandungan untuk mencintai orang tuanya. 

Saat engkau memberikan uang belanja kepada isterimu. Saat itu engkau menerima kerendahan hati isterimu untuk diberi nafkah hidup. 

Saat engkau marah kepada anak-anakmu. Saat itu engkau sedang menerima telinga anak-anakmu untuk mendengarkan perkataanmu dengan penuh kesabaran, walaupun menyakitkan. 

Saat engkau marah kepada pasangan hidupmu, dan dia memilih bersikap diam. Saat itu engkau menerima kesediaannya menerima kata-kata kasar, pedas, dan menyakitkan, sampai pasanganmu tidak sanggup untuk membalasnya. 

Saat engkau dendam kepada orang serumah, sampai engkau tidak mau berbicara dengan mereka. Saat itu engkau sedang menerima kegelisahan mereka karena merasa tidak lagi dipercaya. 

Saat engkau mengampuni pasanganmu dan anak-anakmu setelah berbagai macam konflik yang mendera. Saat itu engkau sedang menerima kegembiraan mereka karena masih dipercaya walaupun telah berbuat salah. 

Saat engkau percaya pada saudaramu, dan menaruh harapan bahwa saudaramu dapat berkembang meski dia rapuh. Saat itu engkau sedang menerima kerapuhannya dan mengalirkan harapanmu yang berkobar-kobar kepadanya. 

Saat Tuhan mengampunimu, saat itu engkau sedang menerima kehendak bebas dari-NYA bahwa engkau dipercaya untuk menentukan sendiri keputusanmu demi kepentingan-NYA, yakni mengampuni dan mengasihi sesama sama seperti yang IA lakukan. 

Saat engkau diampuni oleh Tuhan, saat itu Tuhan sedang menerima akibat dari perbuatan dosa kita. Menukar semua luka-luka yang ditimbulkan akibat dosa dengan kesembuhan dn pemulihan yang daripada-NYA. 

Saat Kristus menjadi fokus perhatianmu, saat itu Kristus sedang menempatkan engkau menjadi fokus utama-NYA dan menginginkan engkau dengan api cinta-NYA.

IKAN YANG PESIMIS



Suatu saat, seorang peneliti melakukan percobaan dengan ikan untuk mengetahui apakah hewan berdarah dingin bisa kehilangan kepercayaan diri. Kemudian, dia menyediakan sebuah kotak yang tidak terlalu besar, diisi air. Ditengah kotak tersebut diberi pembatas berupa sebuah kaca bening. Di salah satu sisi dimasukkan ikan yang relatif besar dan sangat kelaparan. Dan di sisi lainnya, dimasukan beberapa ekor ikan kecil yang cukup untuk dimakan oleh si ikan besar. Karena sudah sangat kelaparan. Ikan besar itu langsung dengan beringasnya berenang dengan penuh semangat untuk melahap ikan-ikan kecil itu. Namun apa yang terjadi? Anda pasti sudah dapat menduganya. Setiap kali ikan besar itu berenang menghampiri mangsanya, setiap kali itu pula dia menabrak dinding kaca pembatas.

Namun rasa lapar yang amat sangat memaksanya untuk terus mencoba, sampai akhirnya dia menghentikan usahanya yang sia-sia tersebut. Dan....menyerah… Percobaan dilanjutkan. Kali ini kaca pembatas yang ada di tengah-tengah air tersebut diambil. Dan sekarang apa yang terjadi? Ajaib !!! Dengan leluasa ikan-ikan kecil itu dapat berenang tanpa rasa takut. Bahkan ikan-ikan kecil itu sampai mendekati dan menyentuh sirip atau insang si ikan besar. Tetapi si ikan besar itu tetap diam dan tidak bergerak sedikitpun. Sebenarnya, bisa saja si ikan besar melahap ikan-ikan kecil itu, tapi dia hanya diam saja. Karena dia telah menyerah, pasrah dengan asumsi bahwa apapun juga yang diperbuatnya pasti ujung-ujungnya gagal juga dan mungkin sekarang bukan saatnya untuk menyantap mangsa walaupun sebenarnya dia mempunyai kesempatan.


Banyak orang mempunyai kesempatan, namun selalu berpikir bahwa rintangannya terlalu banyak dan mungkin dan tidak mungkin dapat teratasi. Di sisi lain dia juga tidak berbuat apapun untuk memperjuangkan hidupnya sehingga menghasilkan sikap menyerah. Sama seperti si ikan besar yang akhirnya menyerah, pasrah. Seorang yang pesimis adalah seperti si ikan besar yang yang mudah menyerah dan bersikap masa bodoh. Sikap seperti itu adalah sikap yang meragukan Tuhan, bimbang dan tidak percaya. Jangan bimbang karena orang yang bimbang tidak mendapatkan apa-apa !!