Blog ini adalah kisah perjalanan kehidupanku bersama TUHAN dan juga kisah-kisah yang dikirimkan oleh rekan-rekanku. Kiranya menjadi berkat bagi semua orang yang membaca blog ini. Dan bagi rekan-rekan yang hendak mengambil artikel terutama yang ada nama-ku, jangan lupa mencantumkan nama penulisnya. TUHAN memberkati !!
Gelombang penganiayaan yang keras terjadi di Jepang pada awal tahun 1600, di mana selama waktu tersebut banyak umat Kristen menjadi martir.
Pada tanggal 20 Februari 1627, pemimpin gereja bernama Paulo Uchibori, istrinya dan ketiga anaknya ditahan karena menampung para misionari.
Pada hari itu, Paulo dan 37 orang Kristen lainnya dipukuli, diarak telanjang melalui pusat kota dan dipenjarakan di Istana Shimabara.
Pada keesokan harinya, orang-orang Kristen tersebut dianiaya. Pemerintah tidak berkeinginan menjadikan mereka martir, tetapi mereka menggunakan cara-cara terkeji untuk memaksa orang-orang Kristen menyangkal iman mereka.
Salah satu prajurit mengusik Paulo ketika ia memegang sebilah pisau, dengan berkata, “Berapa banyak jari anak-anakmu yang harus kami ambil ?” Paulo menjawab, “Semua terserah padamu.”
Para prajurit memotong semua jari anak-anak Paulo kecuali jempol dan kelingking mereka, dengan berkata orang-orang Kristen seharusnya mempunyai jari lebih sedikit dari binatang.
Dua anak tertua Paulo, Antonio dan Barutabazaru merelakan jari-jari mereka kepada para prajurit tersebut, tanpa menangis atau menunjukkan kesakitan. Anak Paulo yang bungsu, Ignatius, berumur lima tahun. a juga tidak menunjukkan rasa sakit saat jari-jari tangannya dipotong. Ia mengangkat tangannya yang berlumuran darah ke langit, mempersembahkannya kepada Allah.
Mereka yang melihat hal ini menjadi terkejut dan tersentuh hatinya menyaksikan keberanian anak-anak itu.
Lalu para prajurit mengikat tangan dan kaki ke-16 tahanan tersebut termasuk anak-anak Paulo dan melemparkannya berkali-kali ke dalam air es yang sangat dingin di Teluk Shimabara.
Walaupun demikian, orang-orang Kristen tersebut tidak mau menyangkal iman mereka. Kata-kata terakhir Antonio sebelum ia hilang ditelan laut adalah, “Ayah, kita harus bersyukur kepada Allah karena memberikan kita berkat luar biasa seperti ini.”
Setelah anak-anaknya ditenggelamkan, wajah Paulo dicap dengan tiga huruf Jepang dari kata “Kristen.” Ia dilemparkan ke jalan-jalan dengan tulisan di baju kimononya yang terbaca, “Dihukum karena menjadi Kristen. Dilarang menolong orang ini atau memberinya perlindungan.”
Seminggu setelah kematian martir anak-anaknya, Paulo dibawa ke atas Gunung Unzen dengan ke 15 orang Kristen lainnya untuk merasakan “siksaan di dalam neraka kawah Unzen.” Paulo digantung terbalik dan diturunkan ke atas permukaan air sulfur yang mendidih berkali-kali. Ia berdoa dengan suara keras setiap kali, menyadari ia adalah bagian dari Tubuh Kristus, “Perjamuan Suci harus disucikan.”
Akhirnya, tubuhnya dilemparkan ke dalam kawah mendidih yang menguap. Kesaksian iman Paulo dan anak-anaknya menguatkan kita. Kita tahu bahwa mereka dan orang-orang KRISTEN lainnya yang menjadi martir telah diterima dalam hadirat YESUS dan sekarang mengenakan jubah putih.
Saudaraku, mari kita belajar dari martir iman PAULO UCHIBORI, bahwa apapun yang terjadi tidak akan sanggup memisahkan dia dengan BAPA, sekalipun ia harus kehilangan nyawa dan keluarganya, imannya tetap teguh.
Bila selama ini, kita masih suka berkeluh kesah akan sulitnya keadaan, marilah berkaca kepada pengalaman iman PAULO UCHIBORI. Bahwa kesulitan hidup kita tidak sesulit apa yang mereka alami dan orang-orang KRISTEN lainnya di muka bumi ini. Mengucap syukurlah senantiasa !!
Menjelang tengah malam, hujan masih turun dengan
derasnya. Miki mengendarai mobilnya dengan lebih perlahan dari biasanya. Bukan
hanya disebabkan jalanan licin, tetapi juga untuk jarak pandang ke depan cukup
terbatas. Seperti biasa karena pekerjaan yang menumpuk maka Miki terpaksa
pulang lebih lambat. Jalan bebas hambatan yang Miki lalui semakin sepi saja.
Sayup-sayup terdengar lagu-lagu rohani terdengar
dari sebuah stasiun radio Kristen.
Pandangan Miki hanya tertuju ke arah depan jalanan
sambil sesekali melihat rintik-rintik hujan yang menghinggap di kaca depan
mobil. Perasaan tubuhnya capek banget, sehingga seakan isi kepala terasa
kosong. Sesekali Miki menguap sambil meraba wajahnya untuk merasakan udara
dingin.
Tiba-tiba pandangannya tertuju pada suatu sosok di
tepi jalan tol yang kosong. Miki tak tahu apakah itu. Secara refleks ekor
matanya menangkap suatu bentuk. Dia mengfokuskan pandangannya ternyata seorang
manusia yang basah kuyup berjalan di pinggir jalan. Orang tersebut membalikkan
tubuhnya melihat cahaya mobil Miki yang searah dengannya. Ternyata seorang
gadis. Miki hanya terbengong melihatnya. Tidak menyangka, dalam waktu semalam
ini seorang gadis berjalan sendirian kehujanan.
Mobil Miki yang melaju cepat, berlawanan dengan
otaknya yang capek. Sehingga Miki tak sempat melambatkan mobilnya. Rupanya
gadis itu membutuhkan tumpangan. Miki hanya dapat melihat dari kaca spionnya,
beberapa mobil berjalan berada dibelakang mobilnya. Ternyata mereka juga tidak
berhenti menolong si gadis. Hmm… siapa yang sudi menolong orang lain, waktunya
sudah larut malam, hujan lagi. Belum lagi resiko bagaimana kalau orang yang
meminta tumpangan itu adalah orang yang jahat ? Tetapi timbul rasa kasihan
dalam hati Miki. Bagaimana jika tidak ada seorangpun yang mau memberhentikan
mobilnya untuk menolong si gadis? Apakah gadis itu akan tetap berjalan
sepanjang jalan tol dengan basah kuyup ?
Tanpa berpikir panjang lagi Miki keluar dari jalan
tol dengan bermaksud berputar. Pikirannya yang masih bertanya-tanya tanpa
jawaban itu sudah didahului oleh tindakannya untuk mengarahkan mobilnya kembali
sampai dimana tempat si gadis berada. Dalam hati Miki berharap sudah ada orang
lain yang mempunyai rasa belas kasihan untuk menolong gadis tersebut.
Ternyata harapan Miki tidak terkabul. Hujan
tampaknya takkan berhenti dalam waktu dekat ini. Dari kejauhan Miki melihat
sosok gadis yang masih berjalan dibawah guyuran air hujan. Miki menghentikan
mobilnya didepan beberapa meter dari si gadis yang sedang berjalan.
Sambil membuka pintu kaca mobil, Miki menunggu
gadis tersebut sampai ke mobilnya.
“Anda butuh pertolongan ?” tanya Miki.
Sang gadis
memandang selidik ke arahnya. Mungkin dia hendak menganalisa apakah Miki itu
seorang pemuda yang baik atau tidak.
“Anda hendak kemana?” tanya Miki kembali.
“Boleh saya mendapatkan tumpangan ?” balas si
gadis tanpa menjawab pertanyaan Miki.
“Anda hendak kemana ?” ulang Miki.
“Saya hendak ke perhentian bis yang terdekat.”
jawab si gadis. Dalam hati Miki merasa heran mendengar jawab si gadis. Jam
segini rasanya tidak ada bis kota yang berkeliaran.
Tetapi karena Miki melihat bahwa si gadis
rasanya memang butuh pertolongan.
“Silahkan masuk.”
Sepintas Miki melihat bahwa pakaian si gadis
yang basah tersebut akan membasahi permukaan tempat duduk mobil yang
disampingnya. Entah bagaimana dia akan mengeringkannya. Beberapa menit kemudian
suasana hening telah meliputi mereka. Mobil kembali berjalan.
Suara artis Kristen melalui radio mengiringi
mereka yang sibuk masing-masing dengan pikirannya. Miki menjadi merasa kikuk.
Tetapi paling tidak kehadiran si gadis mengusir rasa kantuknya. Pikirannya
melayang-layang. Dia belum pernah memberi tumpangan kepada seseorang di tengah
jalan.
Tiba-tiba timbul pikiran jeleknya, tak sedikit
cerita yang pernah didengarnya bahwa seorang pengendara mobil memberi tumpangan
di tengah jalan, lalu si penumpang masuk dan duduk di dalam mobil, menodong si
pengendara dengan pisau atau pistol. Tanpa sadar Miki melirik ke arah si gadis
disebelahnya. Dia hanya mematung dan memandang ke depan. Miki berdoa dalam
hati, supaya Tuhan menolong maksud baiknya ini tidak berakibat buruk.
As little children, We would dream of Christmas morn Of all the gifts
and toys, We knew we'd find But we never realized, A baby born one blessed
night Gave us the greatest gift of our lives.
Sayup-sayup terdengar suara David Meece yang mengalunkan lagu We Are the
Reason.
We were the reason, That He gave His life We were the reason, That He
suffered and died To a world that was lost, He gave all He could give To show
us the reason to live
Miki menikmati kata demi kata dari lagu tersebut dan instrumen yang
mengiringinya. Miki selalu merasa diingatkan
ketika mendengar lalu ini, bahwa betapa besar anugerah Allah terhadap hidup
manusia. Karena kita, Kristus rela
menderita memberikan nyawanya untuk menebus dosa kita.
Miki merasa heran apa telinganya tidak salah
dengar. Koq rasanya terdengar suara tangisan. Dia menoleh kearah penumpang
sebelahnya. Gadis itu menundukkan kepalanya dan menangis sengungukkan. Miki tak
habis pikir apa yang menyebabkan gadis itu menangis. Tapi dia tak tahu harus
berbuat apa. Miki hanya diam saja menunggu gadis tersebut sampai menyelesaikan
tangisnya.
Miki tercengang ketika mendengar cerita yang
keluar dari mulut si gadis.
“Aku selalu ingat, ketika aku masih kecil Mama
selalu menyanyikan lagu ini dan aku tiduran di pangkuannya. Mama selalu
bercerita tentang hidupnya yang selalu bergantung kepada Tuhan…..”
“Tetapi ketika aku mulai remaja aku selalu
memberontak untuk melawan nasehat Mama. Aku tak peduli ketika Mama sampai
menangis karena aku bertengkar dengannya. Aku sekarang hanya ingin bertemu
dengannya.” cerita si gadis disela tangisnya.
Miki mengambil tisu kering dari balik tempat
duduknya dan memberikan kepada Jenny, nama gadis itu. Miki pun mengecilkan
volume radionya. Dan Jenny bercerita bahwa dia sebenarnya melarikan diri dari
rumah Mamanya. Dia minggat bersama Tom, pacarnya. Selama seminggu mereka
berkelana dari kota ke kota di propinsi yang lain.
Sampai uang mereka berdua habis. Maka
kelihatanlah bagaimana watak asli Tom sebenarnya. Mereka sering bertengkar dan Tom sering menyalahkan Jenny
sebagai penyebab mereka lari dari rumah mereka. Sampai pada puncaknya Tom
berkelahi dengan Jenny dan memukulnya. Jenny pun melarikan diri dari Tom. Tak ada tempat
berteduh. Jenny hanya mendapat makan dari belas kasihan orang yang memberinya.
Uang yang dicuri dari kamar tidur Mamanya telah habis ludes.
Dalam sehari saja, Jenny sudah merasakan betapa
tidak enaknya menjadi orang yang tak mempunyai tujuan dan tak mempunyai tempat
tinggal yang tetap. Dihitungnya uang recehannya hasil dari meminta-mintanya,
tetapi itupun masih tak cukup untuk membeli makanan. Dengan perut kosong, dia
menerima pandangan tak peduli dari berbagai orang yang berjalan melewatinya. Dia haus, lapar, bingung dan tak tahu apa yang harus
diperbuat.
Jenny mulai menyesali tindakannya. Mamanya selalu
menasehati untuk tidak berteman dengan Tom yang bukan Kristen itu. Tetapi sebagai remaja, Jenny merasa Mamanya
tidak berhak melarang dia berteman dengan siapa saja. Semakin dia dilarang,
Jenny semakin keras kepala. Jenny merasa bosan mendengar nasehat Mamanya.
Maka dia pun makin dekat dengan Tom, sampai
mereka berdua berencana untuk berkelana ke kota-kota lain yang belum pernah
mereka kunjungi.
Kini dia tak mempunyai tujuan. Kecuali dia kembali ke rumah Mamanya. Dia
berharap Mamanya masih mau menerima dia. Tetapi bagaimana dia dapat kembali ke
rumahnya, jika dia tak mempunyai uang seperserpun. Takut, cemas dan berbagai
perasaan bergejolak dalam hati Jenny. Dia hanya melangkahkan kakinya berjalan,
dengan satu tujuan kembali pulang ke rumah Mamanya.
“Aku kuatir Mama akan marah padaku.”
“Jen, kalau mama kamu marah itu normal. Kamu harus
meminta maaf sama mama. Karena sebagai seorang mama pasti kuatir kalau anaknya
berpergian apalagi kau minggat dan hilang begitu saja.” tuturku.
Jenny hanya diam.
"Aih Jen, mungkin kau belum mengerti mengapa Mama
kamu kuatir. Andaikata kamu berada diposisi Mama kamu, kamu juga pasti kuatir
kalau anakmu hilang tanpa berita. Maka kalau pun Mama kamu sampai memarahimu, kamu
harus menyadari bahwa kau salah dan kau layak dimarahi. Kau juga tak perlu malu untuk kembali ke rumah. Kau telah melakukan kesalahan kau harus menerima
resikonya. Kalau kau merasa malu, itu bagus, berarti kau menyadari bahwa kamu
melakukan sesuatu yang salah. Aku percaya bahwa Mama kamu
pasti akan menerima anaknya seperti apa adanya.
Miki menawarkan untuk mampir ke kedai kopi,
karena dia menduga mungkin Jenny belum makan malam. Tetapi ditolak secara halus
oleh Jenny. Dia ingin lebih cepat pulang ke rumah untuk dapat bertemu dengan
Mamanya.
“Oke kalau begitu aku akan mengantarkanmu sampai ke
rumah.”
“Jangan, Michael. Nanti akan merepotkanmu.” tolak Jenny.
“Ini sudah lewat tengah malam, Non, dan tak ada bis
kota yang bakal lewat. Kamu harus menunggu sampai pagi hari.” bantah Miki.
“Kamu seperti Mamaku aja.” sahut Jenny nggak mau
kalah.
“Itu juga demi kebaikanmu.”
Miki membayangkan bahwa nanti pertemuan Jenny
dengan mamanya akan mengharukan. Mungkin seperti ilustrasi Tuhan Yesus tentang
anak yang hilang yang berjalan kembali ke rumah bapaknya. Puji Tuhan, Miki
bersyukur bahwa Jenny dapat menyadari bahwa jalan kembali ke rumah mamanya
adalah satu-satunya jalan yang akan menyelamatkan dia dari mara bahaya. Tidak
sedikit Jenny-Jenny yang lain yang berpikir bahwa kembali ke rumah adalah
jawaban yang salah. Dan mereka semakin terjerumus masuk kedalam jahatnya dunia
ini. Masuk dalam jerat dunia narkoba. Masuk dalam penjualan seks. Masuk dalam dunia kejahatan. Menjadikan Jenny yang
lain hilang dan tak pernah kembali.
Miki tak menduga dari tindakannya menolong seorang
gadis di tengah jalan, yang tak pernah Miki pikirkan, paling tidak dia dapat
mengantarkan Jenny selamat sampai di rumahnya. Miki berharap Jenny belajar dari
pengalamannya tersebut, meminta ampun kepada Tuhan dan lebih mengasihi Mamanya.
Tiada tempat lain yang lebih aman daripada
tempat didalam keluarga atau rumah sendiri. Meski Miki juga tahu banyak
keluarga atau rumah yang tidak aman bagi anggota keluarganya. Tetapi sebagai
keluarga Kristen dengan Kristus sebagai pusat hidupnya, keluarga dan rumahlah
yang menjadi ayoman anggota keluarganya.
Ken Blanchard, penulis buku terkenal
"One Minute Manager", pada suatu saat membagikan sebuah kisah tentang
apa yang dapat terjadi ketika para karyawan di sebuah perusahaan meniru gaya
kepemimpinan yang melayani, tak peduli posisi karyawan tersebut di dalam
hierarki organisasi.
Seorang konsultan bisnis sedang
melatih lebih dari 3.000 karyawan di sebuah grup supermarket di wilayah Barat
Tengah Amerika Serikat, agar mereka bekerja dengan tujuan untuk menciptakan
kenangan bagi para pelanggan mereka.
Johnny, 19 tahun, adalah seorang
petugas di bagian pembungkusan barang belanja yang memiliki penyakit down syndrome.
Tanggapannya yang pertama terhadap nasihat konsultan itu adalah, "Saya ini
hanya seorang petugas di bagian pembungkus".
Walaupun demikian, ketika ia pulang
ke rumahnya ia membagikan perkataan konsultan itu dengan ibunya. Mereka mulai
merenungkan apa yang dikatakan konsultan itu tentang bagaimana menciptakan
kenangan indah bagi para pelanggan. Johnny mempunyai kebiasaan mengumpulkan kisah-kisah
penuh inspirasi yang ia sering baca. Ia memutuskan bahwa ia akan mulai mencetak
perkataan-perkataan inspirasional itu dan menaruh kertas inspiratif itu di
kantong belanjaan pelanggannya. Ketika para pelanggan datang melewati jalur pembayaran
dan Johnny membungkus barang belanjaan mereka, tak lupa Johnny menaruh kertas
inspiratif itu di kantong belanjaan mereka.
Sambil berkata, "Saya sudah
menaruh beberapa kisah inspiratif di dalam kantong ini dengan harapan hal itu
dapat menambah semangat anda hari ini. Terima kasih karena anda belanja di
sini."
Setelah berlangsung beberapa minggu,
sesuatu yang luar biasa mulai terjadi. Pada suatu hari manajer toko
memperhatikan bahwa semua pelanggan mengantri di satu kasir saja, sedangkan
kasir lainnya kosong. Ia mulai panik, mengira bahwa mesin-mesin kasir lain
sedang rusak. Setelah diselidiki ternyata bukan itu masalahnya. Sesungguhnya,
para pelanggan ingin melewati konter Johnny agar mendapatkan kisah inspiratif
untuk hari itu.
Seorang wanita mendatangi manajer
toko itu dan berkata, "Biasanya saya belanja ke sini seminggu sekali,
tetapi sekarang saya datang setiap hari."
Teladan Johnny menyebar ke departemen
lain di supermarket itu. Bagian penjualan bunga membagikan sekuntum bunga kepada
setiap pembeli bunga. Bagian penjualan daging menempelkan stiker Snoopy dengan
ucapan tertentu yang menarik pada setiap pembelian daging. Tindakan dari
seorang petugas pembungkus belanjaan telah mengubah suasana di supermarket itu.
Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.
Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru.
Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan, putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.
Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan.
Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.
Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.
Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei.
Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap terbaca,
"Hi..hi..hi..mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulang tahun."
PESAN :
Jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya.
Take time to THINK. It is the source of power
Take time to READ. It is the foundation of wisdom
Take time to be QUIET. It is the opportunity to seek GOD
Take time to DREAM. It is what the future is made of
Take time to PRAY. It is the greatest power on earth
Seorang
professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana, ia berjumpa
dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di
bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi.
Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal dilakukannya.
Ia
membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat
dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang
yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke
sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
“Dari
mana anda belajar melakukan semua hal itu ?” tanya sang professor.
“Melakukan
apa ?” tanya Ralph.
“Dari
mana Anda belajar untuk hidup seperti itu ?” desak sang professor.
“Oh,
saya kira selama perang telah mengajari saya banyak hal” kata Ralph.
Lalu
ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat
membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan
ranjau di depan matanya.
“Saya
belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. Saya tidak pernah tahu,
apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk
melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan
memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya. Setiap langkah yang saya ayunkan
merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani
kehidupan seperti ini.”
Kelimpahan
hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita
menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain. Nilai manusia tidak
ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup.
Kekayaan
manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.
NIKMATI SETIAP LANGKAH HIDUP ANDA DAN
BERSYUKURLAH SETIAP SAAT
Beberapa hari kemarin secara tiba-tiba saya diminta bantuan untuk melayani retret sebuah komunitas KRISTEN. Sempat kaget juga berita itu datang dengan tiba-tiba. Saya tidak langsung mengiyakan, karena retret tersebut diadakan pada hari kerja dan bukan hari libur. ROH KUDUS menuntun saya pada kejadian semalam, “Ingatkah kamu, AKU menyuruhmu untuk berdoa sepanjang malam dan untuk perkara inilah doamu itu.”
Malam sebelumnya, saya dibuat gelisah dan tidak bisa tidur, ROH KUDUS kemudian menyuruh saya untuk doa peperangan, mematahkan setiap kubu-kubu, benteng-benteng pertahanan, menara-menara musuh, dan siasat-siasat si iblis, saya sendiri pun tidak tahu untuk siapa dan untuk tujuan apa. Yang saya tahu, TUHAN telah memerintahkan dan saya taat. Jadi saat menerima telephone itu, saya mendapatkan konfirmasi dari TUHAN atas apa yang DIA suruh saya perbuat.
Seringkali TUHAN hanya berbicara sepatah kata saja dan menunggu` respon kita. Apakah kita menanggapinya dengan serius atau malah mengabaikannya. Saat kita merespon dengan benar, menangkap apa yang TUHAN mau dan melangkah di dalamnya. Kita akan menemukan jawabannya. Dan seringkali kita dibuat terkaget-kaget dengan jawaban yang kita terima, karena diluar nalar kita dan diluar kemampuan kita. Seperti itulah ALLAH KITA, DIA adalah ALLAH KREATIF dan DINAMIS penuh kejutan-kejutan.
Tibalah hari H, saat berhadapan dengan mereka hati saya sempat ketar ketir juga. Bagaimana tidak, mereka ini adalah orang-orang yang setiap harinya berhubungan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan ke-KRISTEN-an, jago-jago FIRMAN, punya nama dan level kerohanian mereka tinggi-tinggi. Tapi ROH KUDUS kembali berbicara, “Kamu bukan datang atas dirimu sendiri, tapi kamu datang dengan membawa nama-KU. Kamu datang dengan otoritas ALLAH. Layani mereka dengan kasih-KU dan impartasikan kasih BAPA kepada mereka.”
Apa yang saya bayangkan ternyata jauh dari perkiraan. Saya membayangkan mereka akan merespon dengan antusias, dengan rasa lapar dan haus akan FIRMAN tapi ternyata mereka sangat dingin sedingin es. Saat FIRMAN dibagikan ada yang menguap terus-terusan, ada yang sibuk sms-an padahal dia duduk di barisan kedua paling ujung dekat mimbar. Otomatis segala gerak geriknya dapat terlihat dengan mudah. Tapi anehnya, dia bersikap cuek dan mengabaikan pembicara. Mungkin dia berfikir, “FIRMAN ini sudah sering saya dengar dan sharringkan. Bukan level aku lagi.”
Saya bisa merasakan ROH KUDUS sangat berduka, ROH KUDUS bilang kepada saya, “Kamu lihat, semakin tinggi posisi seseorang, semakin rohani seseorang bila tidak disertai kerendahan hati akan membuatnya menjadi sombong, merasa diri hebat dan menyepelekan FIRMAN. Mereka dikuasai roh agamawi. Bukan hanya mereka tapi banyak orang KRISTEN yang tidak menyadari hal ini. Secara lahiriah mereka menjalankan keagamaan tapi hati mereka menjauh daripadaku"
Membaca gelagat seperti ini, kami para fasilitator makin giat melakukan doa peperangan. Kami klaim hak kepemilikan atas orang-orang ini, bahwa mereka adalah milik ALLAH dan bukan milik iblis lagi. Bahwa iblis sudah tidak punya hak atas diri mereka lagi. Bukan hanya serangan saat kotbah disampaikan namun juga serangan saat kami hendak tidur. Otomatis semalaman, kami tidak dapat tidur dan harus melakukan doa peperangan. TUHAN itu DASYAT !!!!!
Keesokan harinya, satu demi satu mulai dijamah ROH KUDUS termasuk orang-orang yang tadinya tidak bergeming karena merasa sudah lebih rohani. Saat diadakan sesi kesaksian, salah seorang peserta memberikan kesaksian bahwa dia sudah sering menjadi fasilitator di berbagai retreat dan sering mendengar materi ini. Makanya dia tidak respek terhadap materi yang dibagikan, namun secara tiba-tiba ROH KUDUS mengingatkan dia satu perkara di masa lalu dan itu belum diselesaikan. ROH KUDUS menyuruh dia untuk menyelesaikannya HARI INI. Sempat timbul pro kontra di dalam hatinya, namun dia mau belajar taat dan mengenyampingkan segala ego dia. Akhirnya orang ini dilepaskan dan bukan hanya itu saja, dia bilang bahwa dia merasakan seperti ada air kehidupan yang mengalir ke seluruh tubuhnya dan memberikan kesegaran kepada tubuhnya.
Kesaksian orang ini, rupanya membuka pintu bagi peserta lainnya dan mendorong mereka untuk juga sama-sama terbuka dan mengalami pemulihan yang dari TUHAN. Manusia seringkali hanya mau taat bila hal itu menyenangkan dirinya, menguntungkan dirinya dan membuat dirinya lebih daripada yang lain. Namun TUHAN melatih kita untuk taat dalam segala kondisi baik kondisi yang mengenakkan maupun kondisi yang tidak mengenakkan sekalipun harus kita lakukan.
Ketaatan menumbuhkan karakter roh dari dalam diri kita dan mematikan hal-hal yang bersifat kedagingan dari diri kita. Ketaatan melatih kita untuk berjalan dengan iman, bahwa TUHAN telah menyiapkan rancangan yang terbaik bagi kita dan kita harus berjalan di dalamnya. Ketaatan menaruh kepercayaan kita sepenuhnya kepada TUHAN. Ketaatan mendatangkan pemulihan bagi orang lain, negara, bangsa, dunia.
Melalui perkara ini, saya belajar bahwa ke-TAAT-an adalah bagian kita dan bagian TUHAN adalah melakukan mujizat. Tidak ada suatu kebetulan di dalam TUHAN, semua sudah TUHAN atur dan rancang dari sejak semula. Karena ternyata, TUHAN kirimkan peserta yang mengalami kasus seperti yang pernah saya alami. Bedanya saya telah dipulihkan lebih dulu dan mereka sedang dipulihkan. Jadi saya benar-benar bisa merasakan apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pergumulkan karena saya pernah berada disana. Sama seperti
TUHAN menuntun saya keluar dan menjadikan saya pemenang, TUHAN akan melakukan perkara yang sama kepada mereka. Sebuah pemulihan yang bukan hanya sekedar kata-kata manis tanpa makna, tapi sebuah pemulihan yang benar-benar memberikan sebuah kekuatan, pengharapan, dan masa depan yang baru bagi akuTUHANinvestasi yang sangat besar bagi kehidupan anak TUHAN. Bahwa di dalam TUHAN SEGALA SESUATU DIJADIKAN BARU.
II Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Di part 3 ini, saya akan menjelaskan bagian demi bagian dari judul diatas. Ada 3 bagian “BERJALAN”, “DALAM”, “RENCANA TUHAN”
A. BERJALAN “BERJALAN” mengandung pengertian ada perpindahan/pergerakan dari satu tempat ke tempat lain dan ada tempat yang dituju. Misal: anda mau ke mall, ada mengayunkan tubuh, hati dan pikiran anda untuk melangkah ke sana dan anda tiba dengan selamat. Setibanya di mall, anda akan mendapatkan situasi yang berbeda dengan situasi sebelumnya.
Demikian pula dalam hidup ke-kristen-an kita, ada perubahan, ada perpindahan, ada pertumbuhan dari kanak-kanak rohani menjadi dewasa rohani, dari orang yang berada dalam kegelapan menjadi semakin serupa dengan KRISTUS.
Saat ABRAHAM dipanggil keluar dari UR KASDIM, ABRAHAM hanya mendapatkan visi bahwa dia akan menjadi bangsa yang besar, namanya akan termasyur, dan keturunannya akan sangat diberkati. ABRAHAM tidak tawar menawar kepada TUHAN seperti yang biasa kita lakukan, ABRAHAM hanya taat saja kepada perintah TUHAN.
ABRAHAM membulatkan tekad untuk mendengar perintah TUHAN dan keluar dari keluarga serta negeri yang selama ini telah membesarkan dia.
Perjalanan menuju tanah KANAAN bukanlah perjalanan VVIP dan dilayani dengan segala kemewahan. Perjalanan menuju KANAAN adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan dimana SARAH, istrinya sebanyak 2x hendak diperistri orang lain, peperangan melawan raja-raja yang dipimpin oleh KEDORLAOMER, mengalami kelaparan sehingga harus mengungsi ke MESIR, mengalami sengketa dengan keponakannya LOT, menunggu anak yang dijanjikan selama 25 tahun dan puncaknya ABRAHAM harus menyerahkan ISHAK putra satu-satunya untuk dikorbankan.
Pemurnian demi permurnian TUHAN lakukan atas diri ABRAHAM selama rentang masa itu, bahkan pada saat ABRAHAM menutup usia, visi bangsa yang besar itu belum tergenapi dalam hidupnya. Walaupun ABRAHAM sudah menutup usia, visi itu tetap hidup dalam diri ISHAK dan ISHAK menghidupkannya kembali kepada kedua anaknya. Melalui ke-12 anak YAKUB itulah, bangsa ISRAEL menjadi bangsa yang besar dan sangat diberkati.
Saya percaya, bila sejak awal TUHAN sudah memberitahukan pada ABRAHAM bahwa dia akan mengalami peristiwa-peristiwa ini, membeberkan secara detail dari A sampai Z, segala sesuatu yang harus dialami ABRAHAM, dapat dipastikan ABRAHAM mundur dan menolak rencana TUHAN. Itulah hebatnya TUHAN, TUHAN tahu kapasitas iman ABRAHAM saat itu, bahwa dia masih belum mampu untuk menanggung semuanya. Karena itu, TUHAN menyingkapnya bagian demi bagian. Saat ABRAHAM sudah menyelesaikan bagian pertama, TUHAN akan memberikan bagian yang kedua, dst.
Dengan melewati bagian demi bagian ini, iman ABRAHAM semakin diperkuat, pengenalan dia akan ALLAH sehingga pada saat hendak mengorbankan ISHAK. ABRAHAM tidak takut karena dia percaya bahwa ALLAH berkuasa membangkitkan orang mati.
IBRANI 11:19, “Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.”
B. DALAM “DALAM” berbicara mengenai suatu benda yang terlindungi, berada di dalam covering/perlindungan. Dalam artian, ada kuasa yang lebih besar yang mampu melindungi “benda” tersebut dari gangguan di luar sana.
Anda tentu ingat kisah RAMAYANA, RAHWANA begitu terpesona dengan kecantikan SHINTA sehingga dia berupaya memilikinya dengan cara apapun. Hingga suatu hari, RAMA dan SHINTA pergi berburu ke tengah hutan dan RAHWANA mempergunakan kesempatan ini dengan mengubah wujudnya menjadi kijang kencana dan mempermainkan RAMA. Saking bernafsunya memburu kijang ini, SHINTA ditinggalkan sendiri dan diberi wanti-wanti untuk tidak keluar dari lingkaran perlindungan yang dibuat oleh RAMA. Namun rupanya SHINTA mengabaikan pesan RAMA, saat dia melihat seorang kakek tua terlunta-lunta minta dikasihi. Begitu SHINTA keluar dari lingkaran perlindungan itu, langsung ditangkap oleh RAHWANA.
1 PETRUS 5:6-8, 5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
YAKOBUS 4:7, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!”
Iblis tidak takut dengan gelar pendeta, gembala, pendoa syafaat, atau dengan bahasa roh, tapi iblis takut dengan nama YESUS TUHAN. Karena di dalam nama YESUS, segala kuasa telah ditaklukkan di bawah kakinya.
Anda mau aman ? Rendahkan diri anda di bawah tangan TUHAN, maka IA yang akan melindungi dan meluputkan anda dari si iblis.
C. RENCANA TUHAN I KORINTUS 2:10, “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.”
ALLAH telah memberikan ROH KUDUS kepada kita, DIAlah yang akan menunjukkan jalan-jalan NYA dan menyingkapkan segala sesuatu yang tersembunyi di dalam diri ALLAH, kepada kita secara bertahap sesuai dengan tingkat kedewasaan rohani kita.
ROH KUDUS akan menuntun kita kepada kebenaran dan pasti bertolak belakang dengan kedagingan. Semakin anda hidup di pimpin oleh ROH KUDUS, hidup anda akan semakin bertumbuh dan semakin dikuatkan dan di dewasakan untuk menerima janji-janji TUHAN.
TUHAN tidak pernah memberikan suatu visi yang akan menghancurkan kita, tapi TUHAN memberikan kita visi untuk mewujudkan kehendak ALLAH di muka bumi ini. FIRMAN TUHAN adalah cermin kita untuk melihat apakah kita sudah benar-benar berjalan dalam rencana TUHAN atau belum.
JADI, bagaimana cara mengetahuinya : a. Lahir baru (ini adalah syarat mutlak) b. Bergabung dalam gereja lokal yang menerapkan prinsip kebenaran FIRMAN TUHAN dan bukan doktrin gereja, doktrin gembala/pendeta atau doktrin kebudayaan. c. Miliki mentor atau pembimbing rohani yang benar-benar dewasa rohani dan sudah teruji melalui kehidupannya. Melalui mereka inilah, kita akan mendapatkan impartasi rohani dan covering. Anda bisa saja memiliki mentor rohani lebih dari satu, tujuannya adalah untuk lebih memperlengkapi diri anda dan bukan mencari pembenaran diri. d. Bangun hubungan intim dengan TUHAN secara pribadi melalui doa, baca FIRMAN TUHAN, perenungan dan praktek. Tanpa hal ini, mustahil kita bisa mengetahui apa yang TUHAN kehendaki atas hidup kita. e. Libatkan ROH KUDUS dalam segala aspek kehidupan. f. Keinginan roh >< keinginan daging g. Terbuka akan setiap masukan baik itu berupa teguran, didikan, ataupun pendisiplinan. h. Siap bayar harga, apapun yang terjadi. i. Jangan menggunakan kacamata kuda, terbukalah terhadap setiap informasi yang masuk dan pergunakan FIRMAN TUHAN sebagai filternya. Bila hal itu memang bermanfaat untuk membangun kerohanian kita, ambil. Bila tidak, langsung buang ke tong sampah.
FILIPI 3:13-16, 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. 3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.
Pagi ini saya menerima beberapa email yang menanyakan, “SEPERTI APA SIH BERJALAN DALAM RENCANA TUHAN ITU ?”, “BAGAIMANA SAYA BISA TAHU, APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERJALAN DALAM RENCANA TUHAN ATAU JANGAN-JANGAN APA YANG SAYA KERJAKAN INI BERUJUNG PADA MAUT.”
Sebuah pertanyaan yang sederhana namun memiliki makna yang dalam, jujur pertanyaan ini selalu terngiang-ngiang dalam benak saya. Sampai saya mengalami perjumpaan pribadi bersama KRISTUS di tahun 2004. Terobosan demi terobosan saya alami sampai sekarang. Dan terobosan LUAR BIASA saya alami di tahun 2009 ini “TUHAN MENJADIKAN SEGALANYA BAIK”, dimana TUHAN percayakan saya untuk melayani orang-orang di dunia maya dan bisa menjangkau banyak orang lintas daerah dan benua, berkenalan dengan orang-orang yang LUAR BIASA dan sangat memberkati kehidupan saya. Satu perkara yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya, karena 1 tahun lalu saya adalah orang yang sangat-sangat gaptek mengenai teknologi apalagi yang namanya internet. Jangankan mengoperasikannya, mendengarnya pun sangat asing.
I KORINTUS 2:9, “Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
Itulah dasyatnya TUHAN, TUHAN tidak pernah habis akal dengan saya. Karena keperluan bisnis tiba-tiba timbul keinginan beli laptop dan otomatis belajar internet donk. NAH, dari sanalah TUHAN menggali potensi menulis saya yang sudah terpendam berpuluh-puluh tahun lalu. Sedikit demi sedikit, diasah hingga setajam mata pisau. Dari semula hanya menulis setengah lembar, lama kelamaan berkembang dan berkembang bahkan hingga berpuluh-puluh lembar. Doakan saja, suatu saat ada penerbit yang tertarik mempublikasikan tulisan saya. Bagi anda yang tidak senang membaca, mungkin akan merasa jenuh. Tapi bagi anda yang senang membaca, anda akan menemukan sebuah harta terpendam dalam setiap tulisan saya.
Dalam benak anda mungkin berfikir, kenapa tulisan saya ini koq ribet banget, panjang dan bertele-tele. Tujuan saya adalah: Saya ingin memberkati banyak orang dengan memberikan kebenaran FIRMAN TUHAN secara gamblang supaya anda benar-benar memahami dasar FIRMANnya. Ketika dasar FIRMAN anda kuat (mengakar kuat di dalam KRISTUS), anda akan lebih mudah membangun kehidupan dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran. Anda akan menjadi KRISTEN yang benar-benar KRISTEN dan bukan hanya statusnya saja KRISTEN.
Dulu dalam benak saya yang terpikirkan adalah bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dan kalau perlu menggunakan cara licik. Toch semua orang yang berbisnis pun pasti pakai cara licik. Ketika saya mendapatkan visi bahwa TUHAN memanggil orang-orang dalam dunia bisnis untuk melebarkan kerajaan ALLAH dan TUHAN hendak memakai orang benar untuk mengelolanya sesuai dengan caranya TUHAN. Saat itulah saya bertobat dari cara berbisnis saya yang kotor. Dan menggunakan sistem kerajaan ALLAH dalam mengelolanya dan hasilnya sungguh LUAR BIASA dan DASYAT.
Ketika saya tidak berfokus untuk memperkaya diri sendiri tapi untuk memperluas Kerajaan ALLAH, TUHAN melakukan terobosan yang luar biasa dalam keuangan saya. Di pertengahan tahun ini, TUHAN memberikan hadiah yang indah buat saya. Sebuah mimpi lain yang sudah tertunda berpuluh-puluh tahun lalu dan sebenarnya sudah saya lepaskan. Namun TUHAN tetap mengingatnya dan mewujudkannya untuk saya. Saya mendapat kesempatan untuk menempuh kuliah, sebuah kesempatan yang sangat langka. Mengingat biaya pendidikan yang tidak murah dan biayanya sudah TUHAN sediakan. PUJI TUHAN !! Saya percaya, ini adalah rencana TUHAN untuk memperbesar kapasitas saya sebagai seorang pelayan TUHAN.
Bila di pertengahan tahun saja, TUHAN telah melakukan pekerjaanNYA yang dasyat atas hidup saya. Saya yakin dan teramat yakin bahwa TUHAN akan melakukan perkara yang lebih luar biasa lagi di tahun-tahun mendatang hingga akhir hidup saya.
Satu hal yang saya pegang, TUHAN telah membuat rancangan khusus atas masing-masing diri kita. Bahkan sejak masih dalam kandungan ibu, TUHAN telah merencanakan masa depan kita. Setiap dari kita memiliki tugas dan tanggungjawab untuk menggenapinya. Dalam perjalanan bisa saja kita terjatuh, terperosok, kecewa pada TUHAN atau bahkan pergi meninggalkanNYA. Namun TUHAN tidak pernah melihat semua itu, DIA tidak melihat seperti apa masa lalu kita, sekalipun sangat suram dan kelam. Suatu saat, TUHAN akan datang dan memanggil kita untuk kembali berjalan dalam rencanaNYA.
Pesan saya hanya satu: kita tidak pernah tahu kapan kita akan meninggal. So, selagi masih ada waktu, pergunakan waktu yang ada sebaik-baiknya untuk kemuliaan TUHAN.